SULBARONLINE COM, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), langsung tancap gas memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Oval Kantor Gubernur Sulbar, Kamis 27 Juni 2026.
Rapat ini digelar guna mendengarkan laporan sekaligus mengevaluasi kinerja jajaran pemerintahan selama Gubernur menjalankan tugas di luar daerah dalam beberapa pekan terakhir.
Suhardi Duka menyampaikan bahwa meski dirinya harus berada di Jakarta selama kurang lebih 20 hari untuk menuntaskan sejumlah agenda kerja dan menjalani pemulihan kesehatan, roda pemerintahan di Sulbar dipastikan tetap berjalan optimal.
“Hari ini saya rapat untuk mendapatkan laporan dan evaluasi. Alhamdulillah, walaupun saya tidak ada (di tempat), semua berjalan dengan baik. Tidak ada yang ditinggalkan, tidak ada yang terbengkalai, semua sesuai dengan target dan rencana pencapaian,” ujar SDK usai rapat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Sekretaris Daerah (Sekda) dan seluruh kepala OPD yang dinilai solid dalam menjaga ritme kerja birokrasi.
“Jadi saya pikir tidak ada masalah walaupun saya tidak ada, ada Pak Sekda. Ada semua teman-teman di sini,” tambahnya.
Selain mengevaluasi program kerja rutin, salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah keberhasilan Pemprov Sulbar dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya pengendalian inflasi daerah.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Sulbar pada Juni 2026 berhasil ditekan hingga menyentuh angka 2,29 persen.
Capaian impresif ini menempatkan Sulawesi Barat sebagai provinsi dengan tingkat inflasi terendah secara nasional, sekaligus rekor terendah bagi Sulbar dalam tiga tahun terakhir.
Gubernur Suhardi Duka menegaskan, tren positif ini tidak lepas dari konsistensi Pemprov Sulbar dalam mengeksekusi berbagai langkah taktis di lapangan, mulai dari menjaga rantai pasok hingga intervensi pasar.
“Saya kira itu bagian dari upaya kita selama ini. Kita selalu menjaga inflasi kita, utamanya bahan-bahan pokok dengan pasar murah dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kita bisa jaga (stabilitas harga),” pungkas Suhardi.
Ke depan, SDK meminta seluruh OPD untuk tidak lengah dan tetap mengoptimalkan program pasar murah secara berkala di sejumlah wilayah guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
(*/ad)












