Didesak Petani Sawit Tommo Soal Antrean ‘Anak Emas’, Manajer PT MUL Mengundurkan Diri

SULBARONLINE.COM, Mamuju – Gelombang protes dari ratusan petani sawit dan mahasiswa di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), berakhir dengan lengsernya pimpinan manajemen lokal perusahaan sawit setempat.

Pimpinan Manajer PT Manakarra Unggul Lestari (MUL) Mim Dahlan Darahaty resmi menandatangani surat pengunduran diri setelah dituding menerapkan kebijakan diskriminatif yang merugikan petani. Aksi unjuk rasa yang dimotori oleh Aliansi Mahasiswa dan Petani Sawit Kecamatan Tommo ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan warga terhadap manajemen operasional perusahaan. Salah satu poin krusial yang disorot adalah dugaan adanya praktik “tebang pilih” dan fasilitas antrean istimewa bagi kendaraan tertentu di pabrik kelapa sawit tersebut.

Gugat Praktik ‘Anak Emas’ di Jalur Antrean

Koordinator Lapangan Aksi, Asnandar, membeberkan bahwa massa yang mengalir dari berbagai desa di Kecamatan Tommo membawa lima tuntutan utama. Tuntutan paling krusial menyoroti ketidakadilan dalam proses pelayanan angkutan buah sawit.

“Ada dugaan perlakuan khusus atau antrean istimewa untuk kendaraan-kendaraan tertentu. Ini jelas diskriminatif dan mencederai rasa keadilan petani lokal yang sudah mengantre lama,” ujar Asnandar saat dihubungi, Jumat 19 Juni 2026.

Menurut para petani, praktik mengistimewakan kendaraan tertentu ini merusak sistem kemitraan yang sehat dan memukul pendapatan petani kecil yang logistiknya tertahan akibat kalah prioritas.

Mediasi Alot, Pimpinan Perusahaan Pilih Mundur

Aksi demonstrasi yang mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan ini sempat menyita perhatian luas masyarakat di jalur trans-Sulawesi tersebut. Massa menolak membubarkan diri sebelum mendapatkan komitmen nyata dan pertanggungjawaban langsung dari pihak manajemen.

Setelah melalui proses mediasi yang berjalan cukup alot antara perwakilan demonstran dan pihak manajemen perusahaan, keputusan mengejutkan akhirnya diambil. Manajer PT MUL Mim Dahlan Darahaty bersedia memenuhi tuntutan pamungkas massa aksi, yaitu menanggalkan jabatannya.

Di hadapan massa dan aparat, Manajer PT MUL Mim Dahlan Darahaty secara resmi menyusun dan menandatangani surat pernyataan pengunduran diri dari posisi strategis tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons langsung atas mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh aliansi petani dan mahasiswa Tommo.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar area operasional perusahaan dilaporkan telah kondusif, namun warga menegaskan akan terus mengawal transisi kebijakan pasca-mundurnya sang manajer demi memastikan pelayanan yang adil dan tanpa tebang pilih.

(ad/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *