SULBARONLINE.COM, Mamuju — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tengah bergerak cepat memetakan seluruh potensi investasi di sektor bahari. Langkah ini diambil sebagai modal utama untuk memikat para pemodal dalam ajang bergengsi Business Investment Expo 2026 yang akan datang.
Kepala DKP Sulbar, Safaruddin Sanusi, menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menyongsong pameran investasi tersebut. Pihaknya sengaja menggelar pertemuan teknis dengan Biro Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Sulbar untuk memastikan seluruh data yang disodorkan kelak tidak tumpang tindih.
“Kami ingin ada sinkronisasi dan penyelarasan data. Apa yang kami promosikan di Business Investment Expo 2026 nanti harus akurat dan satu suara,” ujar Safaruddin, Kamis 25 Juni 2026.
Sektor kelautan dan perikanan selama ini memang menjadi salah satu magnet utama investasi di Sulbar. Daya tariknya tidak hanya memikat pebisnis domestik, tetapi juga dilirik oleh investor global. Oleh karena itu, DKP Sulbar menilai penyajian data yang presisi menjadi harga penting untuk membangun kepercayaan pasar.
Namun, Safaruddin menegaskan bahwa ambisi menarik modal ini tidak melulu soal angka di atas kertas. Sektor bahari Sulbar juga diproyeksikan menjadi bantalan ekonomi lokal yang mampu menyerap tenaga kerja secara masif sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.
Formasi strategi pun telah disiapkan. DKP Sulbar bakal menggenjot program padat karya, memperkuat penetrasi UMKM perikanan, serta memperluas ruang bagi angkatan kerja lokal agar bisa terlibat aktif di sektor ini.
Langkah taktis tersebut diklaim sejalan dengan peta jalan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Pemerintah Provinsi Sulbar berkomitmen agar laju pertumbuhan ekonomi dari sektor laut tetap berjalan beriringan dengan kesejahteraan sosial dan perlindungan ekosistem maritim.
Di sisi lain, untuk memperkuat fondasi industri dari hulu, DKP Sulbar mengusulkan pembangunan balai benih mandiri sebagai program prioritas. Keberadaan balai benih ini diharapkan bisa memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah, mendongkrak produktivitas nelayan budi daya, sekaligus mengukuhkan posisi Sulbar dalam rantai pasok perikanan nasional.
“Bagi kami, investasi di sektor laut ini bukan cuma soal menghitung seberapa besar modal yang masuk. Esensinya adalah seberapa jauh dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir serta bagaimana kelestarian laut kita tetap terjaga,” kata Safaruddin.
Safaruddin juga menjamin, data-data yang dipamerkan dalam Business Investment Expo nanti akan menampilkan portofolio yang seimbang antara keuntungan bisnis (profitability) dan keberlanjutan ekologi serta sosial.
Secara spesifik, dalam eksibisi nanti DKP Sulbar bakal menjajakan prospek cerah hilirisasi produk laut, rencana pengembangan infrastruktur pelabuhan perikanan modern, hingga jaminan kemudahan karpet merah perizinan bagi para investor.
“Prinsipnya, kami ingin investor yang datang ke Sulbar bukan sekadar mencari profit lalu pergi. Kami mengundang mereka untuk tumbuh bersama, membangun Sulbar yang sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(ad/ad)






