SULBARONLINE.COM, Nasional – Angin segar berhembus bagi masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar) yang menanti hunian layak. Pemerintah Provinsi Sulbar baru saja menerima kabar gembira terkait alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang melonjak drastis hingga mencapai 5.250 unit pada tahun ini.
Lonjakan ini tergolong fantastis. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 130 unit, angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 3.938 persen atau hampir 40 kali lipat dari sebelumnya. Total nilai bantuan yang akan disalurkan ke enam kabupaten di Sulawesi Barat ini mencapai Rp100,5 miliar.
Kepastian alokasi ini terungkap dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama sejumlah kepala daerah di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi ajang krusial untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat pelaksanaan “Program Tiga Juta Rumah”, sebuah agenda prioritas dalam pembangunan nasional.
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, hadir langsung dalam pertemuan tersebut. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulbar, Kepala Dinas Perhubungan Sulbar, serta Direktur Utama Perseroda Sulbar Malaqbi. Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai daerah lain, seperti Riau, Papua Selatan, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, dan Gorontalo.
Apresiasi Sinergi Pusat-Daerah
Dalam arahannya, Menteri PKP menekankan bahwa percepatan pembangunan rumah layak huni memerlukan sinergi yang kokoh antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada daerah yang menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan data, lahan, serta dukungan teknis di lapangan agar program ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Gubernur Suhardi Duka menyambut baik kepercayaan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih khusus kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmen keberpihakan terhadap pembangunan perumahan bagi masyarakat kecil.
“Perubahan dan akselerasi Program Tiga Juta Rumah, khususnya BSPS, memberikan harapan baru bagi ribuan keluarga di Sulawesi Barat untuk memiliki rumah yang lebih layak huni,” ujar Suhardi Duka.
Bukan Sekadar Angka
Suhardi Duka menegaskan bahwa penambahan alokasi ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan wujud nyata dari harapan ribuan keluarga di Sulawesi Barat untuk mendapatkan hunian yang lebih baik. Pemerintah Provinsi, menurutnya, akan segera bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten agar distribusi bantuan ini berlangsung transparan, tepat sasaran, dan memberikan dampak maksimal.
Dampak dari program ini diproyeksikan tidak berhenti pada perbaikan fisik bangunan saja. Alokasi sebesar Rp100,5 miliar ini diharapkan mampu memicu efek pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal, di antaranya, menggerakkan roda perekonomian di tingkat daerah, membuka lapangan kerja baru di sektor konstruksi dan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Langkah ini menandai babak baru bagi Sulawesi Barat dalam menata hunian rakyat, sekaligus menjadi bukti kesiapan daerah dalam menyambut agenda besar pembangunan nasional di sektor perumahan.
(*/ad)






