Ekspor Sulawesi Barat April 2026 Melesat 59 Persen, Minyak Kimia dan Jepang Jadi Motor Pertumbuhan

SULBARONLINE.COM, Mamuju — Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menunjukkan performa impresif pada awal tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar mencatat nilai ekspor Sulbar pada April 2026 menembus US$ 77 juta. Realisasi ini mencerminkan lonjakan tajam sebesar 59,63% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

Secara kumulatif, sepanjang periode Januari hingga April 2026, total ekspordi Sulbar telah menyentuh angka US$ 230,93 juta. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (year-on-year/yoy), kinerja ekspor April 2026 tumbuh 26,44%. Sementara itu, pertumbuhan secara kumulatif (cumulative-to-cumulative/c-to-c) tercatat naik 14,65%.

Jepang Pimpin Lonjakan Ekspor, Tiongkok Tetap Jadi Pasar Utama

Meski Tiongkok masih mendominasi secara volume dan nilai nominal, Jepang mencatatkan diri sebagai negara dengan pertumbuhan permintaan tertinggi bagi produk-produk Sulawesi Barat.

BPS merilis lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor Sulbar selama periode ini, yaitu, Tiongkok, Bangladesh, Filipina, Korea Selatan, dan Jepang.

“Dari lima negara tujuan ekspor utama, Jepang mengalami peningkatan secara c-to-c tertinggi, yaitu melesat sebesar 116,57%,” kata kepala BPS Subar Suri Handayani dalam press rilis berita resmi statistik, Selasa 2 Juni 2026.

Produk Kimia Meroket, CPO Masih Merajai

Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewani/nabati—yang didominasi oleh Crude Palm Oil (CPO) tetap menjadi penopang utama kantong devisa Sulbar. Namun, lonjakan pertumbuhan tertinggi justru dicatatkan oleh kelompok komoditas berbagai produk kimia.

Secara kumulatif (c-to-c), ekspor produk kimia Sulbar meroket hingga 80,6%. Lonjakan ini utamanya didorong oleh pengiriman produk turunannya seperti, minyak terpentin, rosin dan resin.

Secara umum, top lima komoditas ekspor andalan Sulbar yakni, lemak dan minyak hewani/nabati (termasuk CPO), berbagai produk kimia, bahan nabati untuk anyam-anyaman, ampas atau sisa industri makanan dan kakao/cokelat.

Impor April 2026 Kembali ‘Zero’

Berbanding terbalik dengan performa ekspornya yang agresif, aktivitas impor Sulbar terpantau sangat sepi. Pada April 2026, nilai impor Sulbar kembali menyentuh angka nol alias zero import.

Kondisi nihil impor ini mengulang catatan pada Maret 2026. Sepanjang caturwulan pertama tahun ini, transaksi impor luar negeri Sulbar hanya terjadi pada bulan Februari, yakni berupa pasokan dari Tiongkok senilai US$ 0,65 juta.

Dengan performa ekspor yang melonjak tinggi di tengah tren impor yang hampir absen, neraca perdagangan Sulbar dipastikan mencetak surplus besar sepanjang periode awal tahun 2026 ini.

(ad/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *