SULBARONLINE.COM, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) menghadiri pelantikan serentak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Provinsi Sulbar.
Acara yang mengusung tema “Satu Tekad Bantu Rakyat” tersebut digelar di Ballroom Grand Maleo Hotel, Mamuju, pada Jumat 3 Juli 2026. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.
Agenda konsolidasi ini dihadiri oleh ratusan kader dan pengurus PAN dari enam kabupaten di Sulbar. Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya deretan artis yang juga anggota Fraksi PAN DPR RI, seperti Sigit Purnomo (Pasha Ungu), Desy Ratnasari, Eko Patrio, Uya Kuya, hingga Verrell Bramasta.
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah politik PAN di Sulbar. Menurutnya, partai berlambang matahari terbit tersebut memiliki rekam jejak yang solid, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“PAN Sulbar telah memberikan perjalanan yang indah di daerah ini. Peran strategisnya mampu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kader-kadernya santun dan bisa bekerja sama membangun kolaborasi,” ujar Suhardi.
Pria yang akrab disapa SDK ini juga sempat bernostalgia mengenai kedekatan historisnya dengan PAN. Ia mengungkapkan bahwa dalam dua periode kepemimpinannya sebagai Bupati Mamuju terdahulu, PAN selalu menjadi partai pengusung utama.
“Saya sendiri dengan PAN (punya kedekatan). Dua kali saya bupati, dicalonkan oleh Partai Amanat Nasional,” kenangnya, sembari mengingat momen saat Eko Patrio turun langsung mengampanyekannya pada Pilkada 2010 silam.
Lebih lanjut, Suhardi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar ini menyoroti dinamika politik lokal yang dinilainya sangat fluktuatif dan penuh kejutan.
“Sulbar gelombangnya tidak datar, selalu bergelombang dan kadang-kadang ada badainya. Oleh karena itu, tidak ada partai yang aman di Sulawesi Barat. Kadang-kadang partai yang menang di suatu pemilu, bisa hilang di pemilu berikutnya. Itulah ciri Sulbar,” tegas SDK.
Ia membeberkan peta politik terkini pasca-pemilu, di mana saat ini hanya ada empat partai politik yang berhasil mengamankan kursi DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Sulbar, yaitu PAN, Demokrat, PDI Perjuangan, dan NasDem.
“Partai-partai besar yang lain tiba-tiba menghilang, jadi tidak ada jaminan. Yang bisa menang di Provinsi Sulbar ini adalah orang-orang yang piawai dan pandai memahami denyut nadi kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Meskipun pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulbar 2024 lalu PAN tidak berada di barisan pendukungnya, SDK menegaskan bahwa hubungan silaturahmi dan komunikasi politik antara dirinya dan PAN tetap berjalan harmonis.
Di hadapan Zulkifli Hasan dan ribuan kader yang memadati ballroom, Suhardi secara terbuka melemparkan sinyal kuat untuk membangun koalisi strategis pada kontestasi politik mendatang.
“InsyaAllah di 2029, PAN akan kembali bersama-sama dengan saya,” pungkas Suhardi yang langsung disambut riuh tepuk tangan para kader.
Pelantikan serentak ini menjadi momentum krusial bagi PAN Sulbar untuk melakukan penguatan struktur dan konsolidasi internal hingga ke tingkat akar rumput (grassroots), guna menjaga soliditas partai menghadapi agenda-agenda politik nasional maupun daerah ke depan.
(*/hsn)






