SULBARONLINE.COM, Mamuju — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mamuju ke-486 tidak sekadar menjadi ajang seremonial tahunan. Momentum bersejarah ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk memperkuat kembali identitas kebudayaan lokal yang kian tergerus zaman.
Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, menegaskan bahwa perayaan hari jadi tahun ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek krusial masyarakat, mulai dari sosial, lingkungan, ekonomi, hingga pelestarian budaya.
“Berbagai aksi kita lakukan dalam memeriahkan momentum HUT Mamuju ini, seperti kegiatan sosial, aksi kepedulian lingkungan, juga expo dalam rangka peningkatan UMKM,” ujar Sutinah usai memimpin upacara peringatan di halaman Kantor Bupati Mamuju, Selasa, 14 Juli 2026.
Salah satu terobosan penting yang disoroti dalam peringatan tahun ini adalah langkah konkret Pemkab Mamuju dalam menjaga eksistensi bahasa ibu melalui Gerakan Taki Ma’ Bahasa Mamuju.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Mamuju meluncurkan buku Bahasa Mamuju yang diproyeksikan menjadi media pembelajaran resmi guna melestarikan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
“Dengan melestarikan budaya, bahasa, dan tradisi Mamuju melalui Gerakan Taki Ma’ Bahasa Mamuju serta launching Buku Bahasa Mamuju, kami berharap generasi muda tidak kehilangan identitasnya,” tutur Sutinah.
Menurut Sutinah, menjaga bahasa daerah adalah tanggung jawab kolektif. Tanpa upaya penyelamatan yang terstruktur, nilai-nilai luhur kebudayaan lokal dikhawatirkan akan terkikis habis oleh derasnya arus modernisasi.
Upacara peringatan hari jadi ke-486 ini berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah pejabat penting. Tampak hadir Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Juanda Maulana, Wakil Bupati Mamuju, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, para kepala daerah, serta tokoh masyarakat setempat.
Usai upacara bendera, suasana formal berganti hangat dalam acara ramah tamah yang digelar di Aula Kantor Bupati Mamuju. Acara tersebut semakin semarak dengan penampilan teater dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membawakan pesan-pesan kebudayaan khas Mamuju.
(*/ad)











