Pesona Lipa Saqbe hingga Tenun Ikat: Saat Empat Etnis Sulawesi Barat ‘Sihir’ Panggung Jakarta

SULBARONLINE.COM, Jakarta — Anjungan Sulawesi Barat sukses memukau pengunjung dalam pergelaran Soul of Youth yang digelar di Plaza Kori Agung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026. Dalam ajang bergengsi tersebut, Sulbar memamerkan kekayaan budayanya lewat parade pakaian adat dari empat etnis utama, Mandar, Mamasa, Kalumpang, dan Mamuju.

Langkah anggun para peraga busana tradisional yang diiringi ketukan musik khas daerah berhasil menghidupkan atmosfer eksotis Tanah Malaqbi di tengah ibu kota. Ratusan pengunjung yang memadati area Plaza Kori Agung tampak antusias menyaksikan harmoni keberagaman yang tersaji dalam satu panggung tersebut.

Mozaik Budaya Empat Etnis Utama

Setiap busana yang ditampilkan bukan sekadar kain hiasan, melainkan representasi dari identitas, nilai-nilai filosofis, dan warisan sejarah yang dijaga ketat oleh masyarakat Sulawesi Barat.

Menampilkan keanggunan kain sutra Lipa Saqbe yang sarat akan nilai keteguhan. Kental dengan corak tenun ikat khas pegunungan yang rumit dan bernilai magis. Merepresentasikan perpaduan pesisir yang khas dan dinamis.

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mengenalkan identitas lokal ke panggung nasional.

“Melalui penampilan pakaian adat dari etnis Mandar, Mamasa, Kalumpang, dan Mamuju, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Barat kepada masyarakat luas. Keberagaman ini adalah identitas yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar wanita yang akrab disapa Ibu Mila tersebut.

Komitmen Gubernur Suhardi Duka dalam Diplomasi Budaya

Mila menambahkan, misi kebudayaan ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Pemprov Sulbar berkomitmen menjadikan pelestarian budaya sebagai pilar penguatan karakter generasi muda sekaligus instrumen pembangunan daerah.

“Bapak Gubernur Suhardi Duka senantiasa mendorong agar budaya Sulawesi Barat tidak hanya dirawat di dalam daerah, tetapi juga aktif diperkenalkan ke luar. TMII adalah etalase strategis untuk itu,” imbuh Mila.

Parade empat etnis dalam satu panggung ini sekaligus mengirimkan pesan kuat tentang simbol harmonisasi dan persatuan masyarakat Sulawesi Barat yang hidup rukun dalam keberagaman.

Melalui ajang Soul of Youth TMII, Anjungan Sulawesi Barat kembali mengukuhkan perannya sebagai jendela utama yang memperkenalkan keindahan tradisi, adat istiadat, dan eksotisme tersembunyi dari Sulbar kepada seluruh masyarakat Indonesia.

(*/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *