Kalahkan War Tiket Sheila on 7, Lomba Domino Hari Bhayangkara di Polda Sulbar Ludes dalam 30 Menit

SULBARONLINE.COM, Mamuju – Suasana Lapangan Tribrata Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Barat (Sulbar) mendadak berubah menjadi lautan manusia yang riuh pada Sabtu, 20 Juni 2026. Ribuan pasang mata tertuju pada deretan meja persegi, di mana ribuan balok domino siap diadu.

Kemeriahan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-80 yang diinisiasi oleh Polda Sulbar. Tak tanggung-tanggung, antusiasme masyarakat dalam ajang ini disebut-sebut mengalahkan sengitnya perburuan (war) tiket konser grup band legendaris, Sheila On 7.

“Hanya dalam waktu sekitar 30 menit saja setelah undangan disebarkan, kuota pendaftaran langsung habis terisi penuh. Luar biasa sekali antusiasmenya. Ini bahkan bisa dikatakan mengalahkan war tiket konser musisi Sheila On 7,” ujar Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi lokal. Panggung pertandingan dipadati oleh peserta yang rela menempuh perjalanan jauh dari berbagai penjuru wilayah di Sulawesi.

Dari Sulawesi Selatan (Sulsel), terlihat delegasi dari Barru, Pare-pare, Sengkang, hingga Makassar. Sementara dari Sulawesi Tengah (Sulteng), tak kalah rombongan dari Palu, Sigi, dan Donggala turut memadati arena. Hubungan lintas wilayah pun terjembatani di atas meja gaple.

Tercatat ada total 1.120 peserta yang berlaga dengan sistem berpasangan. Mereka terbagi ke dalam dua kategori utama yakni, kategori umum diikuti oleh 512 pasang peserta (1.024 orang), kategori Eksekutif diikuti oleh 48 pasang peserta (96 orang).

Melihat animo yang melesat jauh di luar prediksi awal yang hanya menargetkan 1.000 peserta, Irjen Pol Adi Deriyan langsung melempar tantangan baru untuk pelaksanaan di masa mendatang.

“Tahun depan, kami berencana mencoba membuka kuota lebih besar lagi, yaitu menampung hingga 2.000 peserta. Saya ingin melihat seberapa besar lagi dukungan dan semangat masyarakat untuk acara serupa,” tegas jenderal bintang dua tersebut.

Bagi masyarakat Sulawesi, kata Adi Deriyan, permainan domino atau gaple bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan budaya komunal yang sudah melekat kuat sebagai sarana pemersatu.

Meski kompetisi berjalan ketat dan penuh taktik, atmosfer di Lapangan Tribrata tetap cair. Di sela-sela dentuman balok domino yang dihempaskan ke meja, gelak tawa dan candaan antar-peserta dari daerah yang berbeda justru mendominasi. Kalah dan menang menjadi nomor sekian, digantikan oleh jalinan silaturahmi yang hangat.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polda Sulbar berharap pendekatan humanis lewat ruang-ruang kultural seperti lomba domino dapat terus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat demi menjaga kondusivitas wilayah.

(*/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *