Bulog Mamuju Luncurkan Minyak Goreng Premium ‘Meteor’, Jadi Penyelamat di Tengah Ketidakpastian Minyakita

SULBARONLINE.COM, Mamuju — Perum Bulog Kantor Cabang Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), mengambil langkah guna menyikapi potensi kelangkaan dan fluktuasi harga minyak goreng subsidi pemerintah, Minyakita. Bulog resmi meluncurkan minyak goreng premium komersial baru dengan merek “Meteor” yang dibanderol dengan harga ramah kantong.

Hal ini sebagai bentuk intervensi pasar sekaligus solusi alternatif bagi masyarakat Mamuju. Dengan hadirnya merek baru ini, warga diharapkan tidak lagi kesulitan mendapatkan komoditas minyak goreng berkualitas di tengah ketidakpastian stok Minyakita di pasaran.

Pimpinan Cabang Bulog Mamuju, Norin Samma’, melalui Asisten Manager Pemasaran, Kartono Wijaya P, menjelaskan bahwa kehadiran minyak goreng Meteor diharapkan mampu memecah ketergantungan pasar pada satu merek subsidi saja.

“Kami melihat adanya dinamika pasokan Minyakita di lapangan. Sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan yang memicu lonjakan harga, Bulog meluncurkan minyak premium Meteor,” ujar Kartono, Sabtu, 20 Juni 2026.

Kualitas Premium, Harga Ramah UMKM

Menurut Kartono, minyak goreng Meteor memiliki keunggulan dari segi kualitas dibanding minyak goreng subsidi. Melalui proses penyaringan premium, minyak ini tampil lebih jernih dan diklaim lebih tahan lama untuk digunakan memasak. Karena itu, produk ini diposisikan sebagai penyelamat baru bagi dapur rumah tangga sekaligus pelaku UMKM kuliner di Mamuju.

Meski masuk dalam kategori kelas komersial premium, Bulog menjamin harganya tidak akan mencekik dompet konsumen.

“Kualitasnya di atas Minyakita, namun harganya tetap kami jaga agar sangat ramah di kantong masyarakat,” kata Kartono.

Hadirnya minyak goreng Meteor ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Mamuju, sekaligus memastikan rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dari spekulasi pasar.

(*/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *