Kebakaran di Majene Hanguskan 4 Rumah, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar Akibat Tungku Dapur

SULBARONLINE.COM, Majene – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Lingkungan Galung Utara, Kelurahan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Rabu, 24 Juni 2026. Empat unit rumah warga luluh lantak dilalap si jago merah, memicu kerugian material yang diperkirakan menembus angka Rp1 miliar.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30 WITA tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas memasak menggunakan tungku kayu tradisional di salah satu dapur rumah warga.

Kronologi Api Berasal dari Dapur

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, titik api pertama kali muncul dari kediaman As’ad (50). Saat insiden terjadi, As’ad sedang tidak berada di rumah. Di dalam rumah tersebut, hanya ada istrinya, Hasriati, bersama sang anak yang tengah memasak kue sambusa dan nasi.

Nahas, api dari tungku berbahan bakar kayu di dapur mereka mendadak tak terkendali dan menyambar dinding ruangan. Kondisi cuaca yang terik, embusan angin kencang, serta struktur mayoritas rumah warga yang berupa rumah panggung berbahan kayu membuat api dengan cepat membesar. Posisi bangunan yang saling berdempetan memperparah situasi, membuat api merembet kilat ke rumah-rumah di sekitarnya.

Hasnawi (32), seorang saksi mata, menceritakan detik-detik awal saat dirinya melihat kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ketika ia sedang membersihkan area depan masjid setempat.

“Saya melihat asap hitam tebal dari arah rumah warga. Setelah itu saya langsung memberitahukan kepada masyarakat sekitar bahwa telah terjadi kebakaran,” ujar Hasnawi kepada wartawan.

Warga Bahu-Membahu Sebelum Damkar Tiba

Mendengar teriakan kebakaran, warga sekitar langsung berhamburan membawa peralatan seadanya untuk memadamkan api. Namun, material kayu yang kering ditambah tiupan angin kencang membuat upaya mandiri tersebut sia-sia. Dalam waktu kurang dari satu jam, kobaran api sudah meluluhlantakkan sebagian besar bangunan.

Hasriati mengaku sempat berupaya menjinakkan api yang mulai berkobar di dapurnya. Namun karena pergerakan api terlalu cepat, ia memutuskan untuk menyelamatkan buah hatinya.

“Saat api mulai membesar dan menyambar bagian dapur, saya langsung membawa anak keluar rumah dan meminta pertolongan kepada warga,” tutur Hasriati mengenang momen mencekam tersebut.

Kendala Akses Jalan Sempit

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Majene baru tiba di lokasi sekitar pukul 11.20 WITA. Namun, petugas sempat terhambat kendala geografis: akses menuju titik api sangat sempit dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Tak kehilangan akal, petugas Damkar terpaksa membentangkan selang air sepanjang hampir 100 meter dari mobil yang diparkir di jalan utama. Setelah berjibaku melawan kobaran api selama hampir satu jam bersama warga, api akhirnya berhasil dikendalikan total pada pukul 12.10 WITA.

Guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan memulai proses penyelidikan resmi, personel Polres Majene langsung memasang garis polisi (police line) pada pukul 12.15 WITA.

Total Kerugian dan Identitas Korban

Meski menghanguskan harta benda, Polres Majene memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api mengepung bangunan.

Kendati demikian, dampak kerusakan tercatat cukup parah yakni 3 unit rumah panggung kayu lumat total (100 persen) dan 1 unit rumah mengalami kerusakan berat pada bagian depan.

Dokumen penting, pakaian, perabot rumah tangga, dan barang berharga milik korban tidak ada yang berhasil diselamatkan.

Data warga Kelurahan Galung (seluruhnya berprofesi sebagai wiraswasta) yang rumahnya terdampak dalam kebakaran ini yakno, Suardi (40), Bahril (42), As’ad (50), dan Abadi (56).

Hubungan kekerabatan yang dekat di antara para korban membuat duka ini dirasakan bersama oleh keluarga besar mereka. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, meski dugaan kuat masih mengarah pada kelalaian tungku kayu.

Pemerintah daerah bersama instansi sosial terkait diharapkan segera turun tangan menyalurkan bantuan logistik darurat dan tenda pengungsian bagi para korban yang kini kehilangan tempat tinggal.

(*/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *