Tiga Desa di Mamuju Sempat Mencekam, Begini Cara Polisi Redam Bentrok Antar-Warga

SULBARONLINE.COM, Mamuju – Ketegangan sempat menyelimuti wilayah Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), pada Sabtu, 6 Juni 2026. Perkelahian antar-kelompok warga yang melibatkan masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Karataun, Desa Salumakki, dan Desa Kondobulo hampir saja meluas menjadi konflik sosial yang lebih besar.

Merespons laporan darurat tersebut, personel Polsek Kalumpang bersama personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polresta Mamuju langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah aparat di lapangan berhasil meredam emosional massa yang sempat memanas, sehingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih fatal dapat dicegah.

Mediasi di Meja Runding: Mengedepankan Adat dan Kekeluargaan

Setelah situasi di lapangan berhasil dikendalikan dan dinyatakan kondusif, pihak kepolisian tidak memilih jalur hukum represif. Sebaliknya, Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju menginisiasi ruang dialog.

Mereka mengumpulkan seluruh pihak yang bertikai, didampingi oleh, Pemerintah desa dari ketiga wilayah, tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat, serta unsur terkait lainnya.

Pertemuan tersebut digelar secara kekeluargaan dengan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat. Hasilnya pun berbuah manis. Seluruh pihak yang terlibat sepakat untuk menurunkan ego, mengakhiri perselisihan, dan berjanji tidak akan memperpanjang masalah tersebut di kemudian hari. Kesepakatan damai ini ditandatangani sebagai komitmen bersama demi menjaga keharmonisan antar-warga di Kecamatan Kalumpang.

Apresiasi Kapolsek: Dialog di Atas Segalanya

Kapolsek Kalumpang, Iptu Asrul Asfah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang memilih jalan kepala dingin selama proses mediasi berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan seluruh warga yang telah mendukung upaya penyelesaian masalah ini secara damai. Keberhasilan mediasi ini menunjukkan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan semangat persaudaraan,” ujar Iptu Asrul.

Belajar dari insiden ini, pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya (hoax). Polsek Kalumpang meminta warga untuk selalu mengedepankan komunikasi dan koordinasi jika menghadapi gesekan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, situasi kamtibmas di Desa Karataun, Desa Salumakki, dan Desa Kondobulo dilaporkan telah sepenuhnya aman dan kondusif. Roda ekonomi dan aktivitas sehari-hari warga di ketiga desa tersebut kini sudah kembali berjalan normal.

(*/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *