SULBARONLINE.COM, Majene — Kebakaran hebat melanda kediaman seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Minggu sore, 5 Juli 2026. Rumah panggung milik Kepala Dusun (Kadus) Parabbaya, Akmal, hangus terbakar hingga rata dengan tanah.
Peristiwa tragis yang menimpa rumah tokoh masyarakat di Dusun Parabbaya, Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana itu terjadi sekitar pukul 15.40 WITA. Karena mayoritas konstruksi bangunan berbahan dasar kayu, kobaran api dengan cepat melahap seluruh isi rumah.
Pemilik rumah, Akmal, mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpanya secara mendadak tersebut. Hingga saat ini, ia belum mengetahui secara pasti dari mana sumber api pertama kali muncul.
“Kami tidak tahu pastinya apa pemicunya, sehingga rumah saya terbakar,” ujar Akmal saat memberikan keterangan pasca-kejadian.
Terkait spekulasi di lapangan yang menduga adanya kebocoran tabung gas sebagai pemicu awal, Akmal enggan berspekulasi lebih jauh. Ia memilih menyerahkan sepenuhnya proses identifikasi dan penyelidikan kepada pihak kepolisian.
Meski menghanguskan seluruh bangunan dan perabotan di dalamnya, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Penghuni rumah dan warga sekitar dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah api membesar.
Dampak dari kebakaran ini, kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp75 juta. Kerugian tersebut meliputi, kerugian fisik bangunan rumah panggung, seluruh perabotan rumah tangga yang tidak sempat diselamatkan, kerugian non-materiil lainnya.
Mengingat korban kini kehilangan tempat tinggal dan harta benda, warga setempat bersama pihak keluarga sangat mengharapkan uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten Majene. Bantuan tanggap darurat, terutama kebutuhan logistik mendesak, sangat dibutuhkan oleh korban saat ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian setempat mengenai hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Berkaca dari musibah ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik serta kondisi kompor gas di rumah masing-masing guna meminimalisir risiko kebakaran, khususnya pada jam-jam rawan seperti dini hari saat warga sedang beristirahat.
(*/ad)







