SULBARONLINE.COM, Mamuju — Kasus pencurian yang menyasar area privat seperti jemuran kembali terjadi dan meresahkan warga. Kali ini, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Mamuju bergerak cepat mengamankan dua pelaku pencurian pakaian khusus wanita di Kost Nadin, BTN Ampi, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Sabtu malam, 4 Juli 2026.
Berkaca dari kejadian tersebut, aparat kepolisian mengimbau para pemilik rumah di kompleks perumahan serta pengelola dan penghuni kos-kosan untuk memperketat pengamanan lingkungan demi mengantisipasi celah kejahatan serupa.
Peristiwa bermula ketika penghuni kos menyadari sejumlah pakaian wanita mulai dari baju, celana panjang, hingga pakaian dalam yang sedang dijemur di area kos raib digondol maling. Menerima laporan warga, polisi langsung melakukan penyelidikan kilat di tempat kejadian perkara (TKP).
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Berbekal identifikasi di lapangan, Tim URC mencegat dua perempuan berinisial AS (22) dan NA (22) yang tengah berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Fino.
“Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti berupa tumpukan pakaian wanita yang dicuri dari jemuran kos tersebut,” ujar Herman saat dikonfirmasi Sulbaronline.com pada Minggu, 5 Juli 2026. Kedua pelaku pun langsung digelandang ke Mapolresta Mamuju.
Meski sempat bermalam di kantor polisi, riwayat kasus ini tidak sampai ke meja hijau. Polresta Mamuju memilih memfasilitasi mediasi antara korban dan kedua pelaku melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice).
“Berdasarkan kesepakatan bersama, seluruh barang hasil pencurian dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara kedua terduga pelaku telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada korban,” jelas Herman.
Belajar dari kasus ini, Iptu Herman Basir mewanti-wanti masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan perumahan padat dan indekos, agar tidak lengah terhadap potensi kriminalitas di sekitar mereka. Area jemuran terbuka seringkali menjadi sasaran empuk karena dianggap minim pengawasan.
Polresta Mamuju menekankan pentingnya membangun sistem keamanan lingkungan yang mandiri, seperti memperkuat penerangan, memasang CCTV jika memungkinkan, atau memastikan pagar kos selalu terkunci.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas di lingkungan masing-masing. Jangan ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban kepada pihak kepolisian,” tutur Herman.
Herman menambahkan, kecepatan warga dalam melapor menjadi kunci utama keberhasilan polisi dalam menggagalkan sisa pelarian pelaku. Kepolisian berharap sinergi antara warga dan aparat dapat menjaga situasi kamtibmas di Mamuju tetap kondusif.
(ad/ad)





