SULBARONLINE.COM, Mamuju – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menorehkan catatan positif dalam rapor penyelenggaraan pelayanan publik. Merujuk hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) periode April–Juni atau Triwulan II 2026, fasilitas kesehatan milik pemprov ini berhasil mengantongi Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 85,88 dengan kategori “Baik”.
Angka tersebut diperoleh setelah menyaring penilaian dari sedikitnya 3.193 responden yang mengakses berbagai lini pelayanan di rumah sakit tersebut.
Capaian ini dinilai sejalan dengan peta jalan program Panca Daya yang diarsiteki Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Khususnya pada pilar akselerasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan serta internalisasi budaya kerja profesional.
Direktur RSUD Provinsi Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, menyatakan capaian indeks IKM ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh lini di rumah sakit. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa hasil ini bukan titik akhir dari pembenahan.
“Nilai IKM sebesar 85,88 dengan kategori baik merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran RSUD Sulawesi Barat, namun kami tidak akan berhenti sampai di sini,” kata Musadri dalam keterangan resminya, Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurut Musadri, potret survei yang melibatkan masyarakat dari beragam latar belakang gender dan tingkat pendidikan ini akan dijadikan basis data untuk melakukan evaluasi berkala. Respons dan kritik dari ribuan pasien dinilai menjadi modal utama manajemen untuk memetakan langkah perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.
“Kepercayaan dan masukan yang diberikan menjadi energi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan. Kami akan terus melakukan pembenahan agar pelayanan yang diberikan semakin cepat, tepat, aman, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien,” tuturnya.
Ke depan, manajemen RSUD Sulbar berkomitmen memperketat budaya pelayanan yang responsif, akuntabel, dan transparan. Langkah ini diambil guna mengejar target pelayanan publik prima serta mendongkrak indeks kepuasan ke level yang lebih tinggi pada triwulan berikutnya.
(*/ad)






