SULBARONLINE.COM, Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu penanganan infrastruktur jalan di Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju. Ruas jalan strategis di perbatasan Desa Dunkait dan Desa Labuang Rano kini mulai bersolek setelah diterjang perbaikan bertahap untuk menjaga kemantapan akses publik.
Hal ini guna menjamin keamanan serta kenyamanan mobilitas warga di kawasan pesisir yang selama ini bergantung pada konektivitas darat untuk aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sulbar membagi penanganan ini ke dalam beberapa klaster strategis. Selain merapikan badan jalan, pemeliharaan rutin berupa pemotongan rumput dan pembersihan bahu jalan dilakukan sepanjang 35 kilometer.
Sementara itu, untuk titik-titik yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, pemerintah menerjunkan tim untuk melakukan rehabilitasi jalan beserta bangunan pelengkap sepanjang 7 kilometer.
Tak sekadar memperbaiki aspal yang terkelupas, Pemprov Sulbar juga membentengi infrastruktur jalan dari ancaman abrasi pantai. Konstruksi bronjong sepanjang 50 meter dipasang pada titik-titik kritis pesisir guna mencegah hantaman gelombang laut yang berpotensi merusak struktur jalan.
“Pemeliharaan jalan tidak hanya soal memperbaiki jalan yang rusak, tetapi bagaimana kita menjaga agar infrastruktur tetap berfungsi dan aman digunakan masyarakat. Termasuk menangani lingkungan sekitar jalan dan titik-titik yang berpotensi terdampak abrasi,” kata Kepala Dinas PUPR Sulawesi Barat, Surya Yuliawan Sarifuddin, Senin, 28 September 2026.
Menurut Surya, ruas jalan Tapalang Barat memegang peranan vital dalam urusan urat nadi perekonomian warga, seperti distribusi hasil bumi, barang logistik, hingga aksesibilitas ke pusat pemerintahan di Mamuju.
Penanganan jalan pesisir ini sekaligus menjadi bagian dari realisasi program prioritas Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam menghadirkan infrastruktur daerah yang tangguh, berkualitas, dan berwawasan lingkungan. Pemeliharaan berkala dinilai ampuh menekan pembengkakan anggaran akibat kerusakan fatal di kemudian hari.
Surya menambahkan, pihaknya akan terus menyisir dan memantau kondisi ruas jalan provinsi lainnya secara bertahap berdasarkan tingkat urgensi dan ketersediaan anggaran.
Bagi masyarakat Tapalang Barat, hadirnya perbaikan infrastruktur ini bukan sekadar hitungan angka 35 kilometer pemeliharaan atau 7 kilometer rehabilitasi. Setiap meter jalan yang berhasil diselamatkan dari gerusan abrasi adalah jaminan agar roda ekonomi warga pesisir Sulbar terus berputar.
(*/an)












