SULBARONLINE.COM, Mateng — Mantan Bendahara Umum DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Barat, Andi Irwan Zainuddin resmi mengembalikan formulir pedaftaran sebagai bakal Calon Ketua DPD Golkar Mamuju Tengah (Mateng).
Andi Irwan mengembalikan formulir ke Sekretariat DPD Golkar Mateng, Rabu (19/8/26) sekira pukul 22.40 WITA, dan menjadi bakal calon kedua yang resmi mengembalikan formulir ke Steering Commitee Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV Partai Golkar Mateng.
Sebelumnya, ada 3 bakal calon Ketua yang mengambil formulir, yakni Ketua DPD Golkar Mateng, Syahril, Bendahara Golkar Mateng, Rukmana Salim dan Mantan Bendahara DPD Golkar Sulbar, Andi Irwan Zainuddin.
Dari ketiga bacalon tersebut, hanya dua bacalon ketua yang mengembalikan formulir hingga batas akhir pendaftaran yang ditentukan steering commitee.
“Alhamdulillah, hari ini saya resmi mengantarkan formulir pendaftaran ke panitia atau steering commitee Musda DPD Partai Golkar Mamuju Tengah,” ujar Andi Irwan kepada wartawan.
Andi Irwan mengaku, dirinya menyatakan sikap untuk maju, sebab telah mengantongi dukungan dari 3 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar.
“Kami serahkan 2 rekomendasi pimpinan kecamatan, dan ada satu lagi, tapi tadi sekretariat sudah kosong. Jadi ada 3 pimpinan kecamatan. Kemudian, ada rekomendasi dari 2 organisasi pendiri, lalu ada ormas yang didirikan, dan Insya Allah kami juga bisa dapat dukungan dari organisasi sayap Partai Golkar,” jelas Andi Irwan.
Andi Irwan Merupakan Kader Golkar Sejak Lama
Andi Irwan Zainuddin rupanya bukan sosok dan tokoh baru di Partai berlambang beringin ini.
Sejak masih di Sulawesi Selatan (Sulsel), suami Ketua DPRD Sulawesi Barat, Dr. Hj. Amalia Fitri Aras itu, rupanya telah menjadi kader dan bagian dari perjuangan Partai Golkar.
Karena itu, sikapnya untuk maju sebagai bentuk keseriusan untuk membesarkan Partai Golkar di bumi Lalla Tassisara tersebut.
“Yang pasti, kami maju untuk siap membesarkan Partai Golkar Mateng agar tetap menjadi pemenang Pemilu. Saya optimis, dengan pengalaman panjang di Golkar, Insya Allah Golkar Mateng kedepan akan terus berkembang dan jaya,” katanya.
Musda Golkar Mateng Berpeluang Ditunda?
Seperti di daerah-daerah lain, setiap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, lazimnya selalu berakhir secara aklamasi.
Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas politik internal dan menghindari polemik panjang sesama kader Partai Golkar.
Sehingga, dengan majunya dua sosok kader di Musda ke-IV DPD Golkar Mateng, ditengarai akan berpotensi terjadi penundaan pelaksanaan Musda.
Kini, kedua figur bakal calon ketua DPD Golkar Mateng itu tinggal menunggu bagaimana keputusan dan sikap dari DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Barat.






