SULBARONLINE.COM, Mamasa — Sebanyak 12 murid SMP Negeri 1 Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilarikan ke Puskesmas Tabulahan usai mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 28 September 2026. Para siswa mengalami gejala mual, pusing, sakit perut, hingga sesak napas tak lama setelah menyantap hidangan tersebut.
Kapolsek Tabulahan, Ipda Wahdana Arsyad, membenarkan insiden dugaan keracunan massal yang menimpa para pelajar tersebut. Ia menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 11.45 WITA, hanya beberapa menit setelah pihak sekolah membagikan paket makanan kepada para siswa.
“Setelah mengonsumsi makanan, terdapat 12 siswa yang mengeluhkan pusing, mual, sesak, dan sakit perut. Pihak sekolah langsung mengevakuasi para korban ke Puskesmas Tabulahan sekitar pukul 12.00 WITA untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Wahdana.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah melalui tenaga pengajar Hikmawati, paket makanan tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tabulahan yang berlokasi di Kelurahan Lakahang, Kecamatan Tabulahan. Lembaga penyedia layanan gizi ini dipimpin oleh Muh Ikbal (27).
Adapun paket menu makanan gratis yang dibagikan pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, ayam masak bumbu, tumis kangkung toge, tempe goreng, dan buah semangka.
Mendapati sejumlah siswanya mendadak sakit, para guru SMPN 1 Tabulahan langsung memeriksa sisa paket makanan yang disajikan. Dari pemeriksaan awal di lapangan, timbul dugaan bahwa lauk ayam bumbu yang dikonsumsi para siswa sudah dalam kondisi basi.
30 Siswa Sempat Menyantap Makanan
Dari total 135 siswa yang terdaftar di SMPN 1 Tabulahan, tercatat sekitar 30 siswa yang menerima dan mengonsumsi paket MBG pada hari itu. Sebanyak 12 di antaranya mengalami reaksi bergejala berat hingga harus diobservasi intensif di fasilitas kesehatan. Hingga berita ini diturunkan, ke-12 siswa tersebut masih berada dalam perawatan medis Puskesmas Tabulahan.
Pihak kepolisian setempat masih melakukan pendataan dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Puskesmas serta pengelola SPPG Tabulahan guna menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.
(ad/ad)






