SULBARONLINE.COM, Mamuju — Proses penggantian antar waktu (PAW) Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) sisa masa jabatan 2025-2030, telah bergulir di Koalisi Sulbar Maju.
Sebanyak tujuh Partai koalisi menggelar rapat, Jumat (20/8/26) malam di Hotel Maleo Mamuju.
Ketujuh partai Koalisi Sulbar Maju tersebut, yakni Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKS, PSI, Partai Ummat, Partai Gelora, dan Partai Buruh.
Rapat ini dilangsungkan atas undangan yang ditandatangani Ketua Koalisi Sulbar Maju dan Sejahtera, Sukri Umar dan Herlin.
Agendanya adalah rapat penetapan pengganti antar waktu Wagub Sulbar sisa masa jabatan 2025-2030.
Rapat ini pun menetapkan Dr. Syamsul Samad M.Si dari Partai Demokrat dan Ir. Abdul Latif dari PKS sebagai kandidat yang akan diusulkan sebagai Calon Wagub Sulbar.
Sukri Umar menjelaskan, saat rapat baru saja dimulai, sudah ada beberapa pendapat dari partai, termasuk dari Partai Gelora bahwa posisi semua partai kolaisi ini sama, punya hak untuk mengusul calon. Namun, dari Partai Nasdem, yang punya hak mengusul calon hanya partai yang punya kursi di DPRD.
Sayangnya, di tengah perdebatan itu, saat keputusan belum diambil, apakah partai yang non kursi di DPRD dapat mengusulkan calon atau tidak, pimpinan Partai Nasdem Sulbar justru walk out atau meninggalkan arena rapat.
“Pasca Nasdem walk out, saya lalu minta pendapat peserta rapat, apakah rapat ini kita lanjutkan atau tidak. Tapi semua sepakat untuk melanjutkan rapat,” ungkap Sukri.
Lebih lanjut ia menjelaskan, setelah rapat berjalan, ternyata pada akhirnya yang mengusulkan calon wagub rupanya hanya Partai Demokrat dan PKS.
“Seandainya, Nasdem masih bertahan dalam rapat, bisa jadi juga akan mengusulkan kandidat,” ujar Sukri.
Sukri menegaskan, bahwa apakah nanti diputuskan dalam rapat untuk mengusulkan dua nama calon atau lebih, itu kan juga belum diputuskan sebelum Nasdem walk out.
“Dan perlu saya tegaskan lagi, tidak ada undang-undang yang kita langgar dalam proses ini. Ini sudah sesuai ketentuan. Kita merujuk pada semua ketentuan yang menjadi pedoman sebagaimana yang disampaikan oleh para peserta rapat. Dan perlu dicatat juga, bahwa proses ini masih dalam lingkaran koalisi,” tutup Sukri.






