SULBARONLINE.COM, Mamuju — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Mamuju akan menggelar Lomba Nyanyi Solo Lagu Daerah Mamuju Tingkat Pelajar SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Mamuju pada 6–7 Juli 2026. Hal ini menjadi program strategis pemerintah daerah dalam menggalakkan pelestarian serta pengenalan kembali seni warisan budaya lokal kepada generasi muda.
Penyelenggaraan kegiatan ini diperkuat melalui Surat Resmi Disparbud Mamuju Nomor `B/500.13.4.2/22/VI/2026` tertanggal 25 Juni 2026, yang ditujukan kepada para Kepala UPTD tingkat SD, SLTP, dan SLTA sederajat di seluruh wilayah Kabupaten Mamuju guna mengikutsertakan peserta didik mereka.
Kepala Bidang Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Mamuju, Marwan Haruna, menyatakan bahwa pelaksanaan lomba dipusatkan di Rumah Adat Mamuju yang saat ini tengah dalam tahap pembenahan sarana dan prasarana.
“Kami sedang menyiapkan segala kebutuhan teknis dan mengupayakan agar pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Rumah Adat Mamuju,” ujar Marwan saat dihubungi via telepon pada Rabu, 1 Juli 2026.
Marwan menjelaskan, kompetisi ini ditujukan bagi pelajar pria dan wanita berusia 10 hingga 18 tahun. Para pemenang perlombaan bakal memperebutkan hadiah berupa piala tetap serta uang pembinaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju.
Dalam mekanisme perlombaan, panitia menetapkan dewan juri yang terdiri dari unsur dinas serta penyanyi lagu daerah Mamuju. Setiap peserta diwajibkan menyanyikan dua buah lagu, yakni lagu wajib dan satu lagu pilihan daerah yang mencakup karya musik dari Mamuju, Tapalang, Kalumpang, maupun wilayah sekitarnya.

Untuk fasilitasi musik pengiring, peserta dapat menggunakan format minus one, MIDI, iringan musik langsung, atau memanfaatkan lagu pengiring yang disiapkan oleh panitia.
Menurut Marwan, lomba ini berorientasi pada aspek pembelajaran dan edukasi budaya. Pasalnya, pemahaman pelajar terhadap khazanah lagu daerah saat ini cenderung terbatas pada beberapa judul populer saja.
“Lomba ini sengaja kami adakan untuk memunculkan kembali lagu-lagu daerah yang mulai dilupakan di kalangan pelajar. Ini merupakan upaya nyata kami untuk memperkenalkan kembali bahwa Mamuju memiliki kekayaan lagu daerah yang sangat beragam,” tutur Marwan.
Ia pun mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan pihak sekolah agar merespons kegiatan ini secara positif dengan mengirimkan perwakilannya. “Ajak anak-anak kita agar sejak dini tumbuh rasa cinta terhadap kesenian dan kebudayaan daerah sebagai warisan yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” pungkasnya.
(ad/ad)






