Tingkatkan Minat Baca, Dinas Perpusip Sulbar Angkat Buku Karya Penulis Lokal ke Publik

SULBARONLINE.COM, Mamuju — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat gencar mengampanyekan karya-karya literatur lokal. Upaya ini ditempuh sebagai bagian dari strategi ganda menggenjot tingkat kegemaran membaca masyarakat sekaligus merawat memori kolektif dan kearifan lokal daerah melalui karya tulis.

Dalam ajang promosi literasi yang digelar pada Senin, 3 Agustus 2026, Perpusip Sulbar memajang beragam koleksi buku unggulan karangan para pengarang dan intelektual asli Sulbar.

Beberapa deretan literatur etnografi yang ditonjolkan antara lain Buku Mappurondo, Buku Arsitektur Kalumpang, Buku Olioreang, Buku Tema Ussul Agama Orang Mandar, hingga Buku Saiyyang Pattuduq. Karya-karya monumental tersebut mengupas tuntas khazanah sejarah, arsitektur tradisional, tradisi lisan, hingga nilai-nilai keagamaan masyarakat jazirah Sulbar.

Promosi ini disebarluaskan secara masif melalui berbagai kanal informasi digital dan fasilitas layanan fisik perpustakaan. Strategi ini diambil agar masyarakat umum, pelajar, hingga akademisi makin terdorong memanfaatkan koleksi terlokalisasi di Perpustakaan Provinsi Sulbar.

Program ini selaras dengan arah kebijakan Pemprov Sulbar, yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) berbasis literasi, tanpa mengikis akar budaya dan identitas daerah.

Kepala Dinas Perpusip Provinsi Sulawesi Barat, Mustari Mula, menegaskan bahwa hasil pemikiran para penulis lokal merupakan rekam jejak intelektual yang sangat bernilai tinggi bagi perjalanan peradaban daerah.

“Buku-buku karya penulis lokal merupakan warisan intelektual yang merekam sejarah, budaya, dan kearifan lokal Sulbar. Melalui promosi ini, kami berharap masyarakat makin mengenal, membaca, dan mencintai karya-karya daerah sebagai upaya melestarikan identitas budaya,” kata Mustari Mula.

Mustari menambahkan, ketersediaan literatur lokal ini tak sekadar menjadi bahan rujukan ilmiah bagi pelajar, mahasiswa, maupun peneliti. Lebih dari itu, hadirnya karya-karya ini diharapkan mampu memantik motivasi lahirnya penulis-penulis muda baru di Sulawesi Barat.

Melalui langkah ini, Perpusip Sulbar menegaskan posisinya bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan ruang inklusif dan pusat edukasi publik yang secara konsisten menjaga keberlanjutan warisan budaya lintas generasi.

(*/an)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *