Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Daerah, Pemkab Mamuju Tengah Target RSUD Baru Rampung Akhir Tahun

SULBARONLINE.COM, Mateng – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), resmi memulai peningkatan fasilitas kesehatan di wilayahnya. Hal ini ditandai dengan serah terima lahan proyek konstruksi terintegrasi rancang bangun (design and build) untuk pembangunan dan renovasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mateng pada Jumat, 12 Juni 2026.

Proyek yang berlokasi di halaman RSUD Mateng ini diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur terbesar dan termegah yang pernah berdiri di Sulbar tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mateng, Litha Febriani, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas medis yang representatif ini merupakan komitmen konkret pemerintah daerah dalam mendongkrak mutu pelayanan kesehatan warga.

“Mudah-mudahan pembangunan rumah sakit ini dapat tuntas pada Desember 2026, sehingga pada Januari 2027 pelayanan kesehatan di Kabupaten Mamuju Tengah, khususnya pelayanan rujukan, dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Litha saat memberikan sambutan.

Sempat Terkendala Anggaran dan Lahan

Litha membeberkan, rencana peningkatan status RSUD Mamuju Tengah sebenarnya sudah memenuhi berbagai persyaratan regulasi. Namun, dalam dua tahun terakhir, proyek ini sempat terganjal kerikil tajam, salah satunya keterbatasan dukungan anggaran daerah.

Tak hanya perkara anggaran, proses pengadaan lahan pun bergulir lewat dinamika yang panjang. Dinas Kesehatan bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman sempat menimbang sejumlah opsi lokasi alternatif.

Pada akhirnya, pemerintah daerah memutuskan untuk mempertahankan lokasi saat ini. Selain dinilai sangat strategis, lahan yang ada sekarang dinilai paling siap untuk mengakomodasi cetak biru (blueprint) pengembangan layanan kesehatan jangka panjang.

Atas terealisasinya proyek ini, Pemkab Mateng melempar apresiasi tinggi kepada Kementerian Kesehatan RI yang memberikan sokongan dana dan pengawalan ketat hingga proyek fisik bisa mulai dieksekusi oleh kontraktor pelat merah, PT PP (Persero).

Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat rantai rujukan medis di Mateng cukup tinggi. Banyak pasien yang terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan di kabupaten tetangga atau ke ibu kota provinsi untuk mendapatkan tindakan medis spesifik.

Dengan wajah baru RSUD nanti, tercatat ada dua dampak instan yang diincar pemerintah daerah, pertama masyarakat lokal tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar daerah hanya untuk mendapatkan layanan rujukan medis yang memadai.

Kedua, transformasi fisik ini sejalan dengan target optimalisasi pengelolaan rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Rumah sakit diharapkan bisa mandiri secara finansial sekaligus menyumbang kas daerah.

Agenda serah terima lahan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Project Manager PT PP (Persero), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Sekretaris DPRD, serta jajaran kepala OPD lingkup Pemkab Mateng.

(*/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *