SULBARONLINE.COM, Polman – Jaringan pengedar narkotika antarpulau kembali memanfaatkan celah jasa pengiriman barang kilat untuk mengedarkan barang haram ke wilayah Sulawesi Barat (Sulbar). Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Barat berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan butir ekstasi atau ineks bernilai hampir Rp1 miliar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen mengenai adanya pengiriman paket mencurigakan dari luar pulau. Petugas BNNP kemudian bergerak melakukan pengintaian di kantor jasa pengiriman J&T Cabang Polman.
Hasilnya, pada Jumat pagi, 29 Mei 2026, sekitar pukul 08.40 WITA, petugas menyergap seorang pria berinisial S sesaat setelah menguasai paket tersebut.
“Tersangka ditemukan menguasai narkotika jenis ineks atau ekstasi dengan jumlah 1.400 butir,” kata Plt Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulbar, Anto Junardi, saat memberikan keterangan kepada media, Senin, 8 Juni 2026.
Hasil Uji Laboratorium dan Estimasi Nilai Barang
Untuk memastikan kandungan zat terlarang tersebut, barang bukti langsung dibawa ke Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional di Badoka, Makassar. Berdasarkan hasil uji klinis, ribuan butir pil haram itu memiliki berat neto total 467,3443 gram.
Dengan asumsi harga pasar gelap saat ini, total nilai ekonomis dari 1.400 butir ekstasi tersebut diperkirakan menembus angka Rp800 juta hingga hampir Rp1 miliar. Penggagalan ini diklaim berhasil menyelamatkan ribuan nyawa generasi muda di Sulawesi Barat dari ketergantungan zat amfetamin.
Pasokan Berasal dari Jambi
Berdasarkan dokumen pengiriman dan hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka S, paket berisikan narkoba kelas satu tersebut dikirim dari wilayah barat Indonesia. “Kalau asal barang itu, yaitu dari Provinsi Jambi,” ujar Anto memetakan jalur logistik peredaran gelap ini.
Saat ini, penyidik BNNP Sulbar masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap S guna membongkar aktor intelektual maupun jaringan penerima lokal di wilayah Sulawesi Barat. Petugas juga mendalami apakah tersangka merupakan bagian dari sindikat lama atau pemain baru yang memanfaatkan momentum kelenggahan petugas di jalur ekspedisi udara dan laut.
Alarm bagi Ketahanan Keluarga
Menyikapi tren peredaran narkoba yang mulai menyasar wilayah kabupaten lewat jalur logistik umum, Anto Junardi mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Barat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tingkat mikro.
Ia meminta para orang tua dan tokoh masyarakat memperketat pengawasan di lingkungan keluarga agar tidak ada ruang bagi bandar narkoba merasuki generasi muda.
“Pesan saya untuk seluruh warga masyarakat Sulbar, agar menjaga keluarganya. Jangan sampai keluarga kita terlibat dalam peredaran gelap maupun penyalahgunaan narkotika,” tegas Anto menutup keterangannya.
(*/ad)











