SULBARONLINE.COM, Polman – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Dewan Pengarah Sandeq Silumba melakukan pertemuan dengan para passandeq dan pemilik perahu untuk membahas skema pelaksanaan Sandeq Silumba tahun ini di tengah keterbatasan anggaran.
Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad mengatakan pertemuan tersebut dihadiri hampir seluruh passandeq dan pemilik perahu yang diperkirakan mencapai sekitar 95 Perahu sandeq.
“Pertemuan ini untuk meminta masukan dan pandangan dari para passandeq terkait bagaimana pelaksanaan Sandeq Silumba tahun ini, karena ada tantangan yang kita hadapi,” kata Syamsul Samad.
Ia menjelaskan, tantangan utama adalah keterbatasan fiskal yang dialami hampir seluruh daerah di Indonesia, termasuk Sulbar. Kondisi tersebut berdampak pada anggaran pelaksanaan Sandeq Silumba yang disebut mengalami penurunan signifikan.
Di sisi lain, antusiasme peserta justru meningkat tajam. Jika tahun lalu hanya diikuti sekitar 55 perahu, tahun ini jumlah peserta yang mendaftar mencapai sekitar 95 perahu.
“Artinya hampir dua kali lipat jumlah peserta yang akan ikut, di tengah anggaran yang sedikit,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya meminta berbagai masukan dari para passandeq terkait model pelaksanaan yang paling memungkinkan dilakukan tahun ini.
Menurut Syamsul Samad, sejumlah usulan muncul dalam pertemuan tersebut. Beberapa peserta mengusulkan agar pelaksanaan tahun ini tidak dilakukan dalam format maraton dari Polewali hingga Mamuju seperti tahun sebelumnya.
Sebagai alternatif, ada usulan pelaksanaan model segitiga di wilayah Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar, atau hanya menempuh rute Polewali-Majene maupun sebaliknya.
“Tahun ini tentu pelaksanaannya tidak bisa semaksimal tahun lalu yang sangat sukses, lancar, dan megah. Jadi kita semua harus saling memahami kondisi yang ada,” pungkas Syamsul Samad.
Ia menambahkan, hasil masukan tersebut selanjutnya akan dibahas bersama Pemerintah Provinsi Sulbar melalui Dinas Pariwisata, serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene dan Polman untuk menentukan skema terbaik pelaksanaan Sandeq Silumba tahun ini.
Sementara itu, Mewakili Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, menyampaikan apresiasi atas dialog yang dilakukan bersama para passandeq.
Menurutnya, Sandeq Silumba merupakan agenda penting yang harus terus dipertahankan karena telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
“Kita harus melaksanakan kegiatan ini dengan baik karena Sandeq Silumba sudah masuk Karisma Event Nusantara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen melaksanakan event tersebut dan membuka ruang dialog terhadap berbagai usulan yang disampaikan para passandeq.
“Yang utama hari ini adalah dialog antara passandeq dengan pemerintah provinsi. Berbagai usulan yang masuk akan menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan nantinya,” tutur Bau Akram Dai.(*)











