SULBARONLINE.COM, Mamuju – Sebuah rumah tinggal sekaligus tempat usaha depot air minum isi ulang di Desa Belang Belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), luluh lantak setelah dilalap si jago merah pada Kamis malam, 25 Juni 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WITA tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting arus listrik. Akibat insiden ini, pemilik rumah yang juga merupakan pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mamuju, Andi Onge, mengalami luka bakar serius.
Kronologi Kejadian: Terbangun karena Bau Kabel Terbakar
Malapetaka itu datang saat seluruh penghuni rumah sedang terlelap tidur. Andi Pampang, sepupu pemilik rumah yang malam itu ikut menginap, menjadi orang pertama yang menyadari bahaya yang mengancam nyawa mereka.
“Sekitar jam 23.10 WITA, saya tiba-tiba terbangun karena mencium bau menyengat seperti kabel terbakar. Pas saya buka mata, kondisi kamar sudah penuh asap dan api sudah membesar,” ujar Andi Pampang saat memberikan keterangan, Jumat dini hari (26/6/2026).
Dalam kondisi panik, Andi Pampang langsung berteriak dan bergegas membangunkan Andi Onge beserta istri dan anaknya. Mereka berusaha menyelamatkan diri di tengah kepungan asap pekat dan kobaran api yang dengan cepat merembet ke seluruh bangunan.
Melihat kobaran api yang kian membesar, warga sekitar bersama personel dari Pos TNI AL Belang Belang yang berada tak jauh dari lokasi langsung bergerak cepat. Menggunakan peralatan seadanya, mereka berjibaku mengevakuasi para korban.
Petugas dan warga juga bergerak mengamankan area sekitar untuk mengantisipasi potensi bahaya sekunder. “Kami langsung fokus mengamankan lokasi untuk menghindari ledakan tabung gas dan percikan listrik yang masih menyala,” ungkap salah seorang warga di lokasi.
Hanya dalam waktu beberapa menit, sekitar pukul 23.14 WITA, empat orang yang berada di dalam rumah berhasil dievakuasi keluar. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Topore menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Korban Luka dan Kerugian Material
Kebakaran ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka. Andi Onge dilaporkan mengalami luka bakar parah di bagian kaki dan tangan akibat terkena serpihan kaca panas dan jilatan api. Sementara istrinya, Desi Sri Hariyanti, mengalami luka lecet akibat terjatuh saat menyelamatkan diri. Andi Pampang sendiri menderita luka bakar ringan, sedangkan anak mereka, Siti Aisyah, dinyatakan selamat tanpa luka.
Selain kediaman korban yang hangus menyisakan puing hingga 98 persen, harta benda korban ikut lumat terbakar. Rincian kerugian material akibat kebakaran tersebut, yakni 1 unit rumah tinggal rusak berat, 1 unit usaha depot air galon milik korban, 2 unit sepeda motor hangus total, 1 unit mobil Hartop rusak ringan.
Api baru benar-benar dapat dipadamkan pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.10 WITA. Hingga berita ini diturunkan, personel Pos TNI AL Belang Belang bersama masyarakat setempat masih berada di lokasi untuk melakukan sterilisasi guna memastikan tidak ada lagi sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
(ad/ad)





