Ekspor CPO Sulbar Melandai pada Juni 2026, Pengiriman ke Filipina Justru Melonjak 149 Persen

SULBARONLINE.COM, Mamuju — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat merilis kinerja perdagangan luar negeri periode Juni 2026. Nilai ekspor dari wilayah ini tercatat mencapai 43,72 juta dolar AS, atau mengalami penurunan sebesar 13,36 persen secara bulanan (month-to-month) dibandingkan dengan capaian pada Mei 2026.

Penurunan ini juga tecermin secara tahunan (year-on-year). Jika dibandingkan dengan periode Juni 2025, angka pengiriman barang luar negeri asal Sulbar terkoreksi hingga 37,25 persen.

Kendati kinerja bulanan terkontraksi, gambaran secara kumulatif sepanjang awal tahun justru menunjukkan performa yang cukup solid. Kepala BPS Provinsi Sulbar, Suri Handayani, membeberkan bahwa akumulasi nilai ekspor sejak Januari hingga Juni 2026 berhasil menyentuh angka 325,12 juta dolar AS.

“Secara kumulatif dari Januari hingga Juni 2026, nilai ekspor Sulawesi Barat masih mengalami pertumbuhan sebesar 7,79 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu,” ujar Suri Handayani dalam pemaparannya.

Komoditas utama penopang pundi-pundi ekspor Sulbar masih didominasi oleh kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15). Produk turunan kelapa sawit seperti crude palm oil (CPO) tetap menjadi komoditas unggulan utama daerah tersebut.

Menariknya, tren pertumbuhan signifikan justru terjadi pada sektor olahan industri hasil hutan. Komoditas bahan nabati untuk anyam-anyaman (HS 38), yang mencakup produk seperti minyak terpentin, rosin, dan resin hasil olahan getah pinus, mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi secara month-to-month.

Dari sisi pasar internasional, Tiongkok mempertahankan posisinya sebagai negara mitra dan tujuan utama ekspor terbesar produk-produk asal Sulbar. Selain Tiongkok, empat negara penampung ekspor lainnya adalah Filipina, Korea Selatan, India, serta Bangladesh.

Di antara lima pasar terbesar tersebut, Filipina mencatatkan peningkatan permintaan paling agresif. Pengiriman komoditas Sulbar ke negara kepulauan tersebut melonjak tajam hingga 149,28 persen.

Berbeda dengan aktivitas ekspor yang dinamis, sektor impor Sulbar justru terpantau sangat minim. BPS mencatat tidak ada transaksi belanja barang luar negeri sama sekali sepanjang Juni 2026.

Sepanjang semester pertama tahun 2026, aktivitas impor Sulbar hanya tercatat sekali pada Februari 2026 dengan nilai 0,65 juta dolar AS. Komoditas impor tunggal tersebut didominasi oleh bahan bakar mineral atau bitumin petroleum.

(ad/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *