SULBARONLINE.COM, Mamuju — Pengelolaan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau rare earth elements di Blok Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, memasuki babak baru dengan penerapan teknologi berkonsep Green LTJ. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi pemanfaatan komoditas strategis nasional yang ramah lingkungan dan aman bagi ekosistem lokal.
Penerapan metode Green LTJ tersebut dipaparkan oleh PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam agenda orasi ilmiah di Kampus STAI Al-Azhary, Simboro, Mamuju, Sabtu 5 September 2026.
Direktur PT Perminas, Laode Tarfin Jaya, menjelaskan bahwa Logam Tanah Jarang merupakan komponen kunci dalam industri modern. Mineral ini menjadi bahan baku utama pembuatan perangkat elektronik sehari-hari seperti ponsel pintar hingga komponen magnet permanen untuk teknologi masa depan.
“Kegiatan eksplorasi di Mamuju mengusung tema Green LTJ. Artinya, metode yang kami gunakan bersih, sehat, dan mengedepankan prinsip keselamatan (safety),” ujar Laode.
Ia menegaskan, proses pengeboran eksplorasi dilakukan secara sangat terbatas dan jauh dari pemukiman warga guna meminimalkan dampak lingkungan. Setiap titik pengeboran hanya mengambil luasan 10×10 meter dengan kedalaman 45 meter.
Proses eksplorasi ini ditargetkan berlangsung hingga 2028 untuk mengukur secara pasti potensi ekonomis kandungan mineral sebelum melangkah ke tahap operasi produksi.
Dukungan terhadap aspek keamanan teknologi Green LTJ juga ditegaskan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ahli dari BRIN, Prof. Dr. Widya, memastikan metode drilling yang diterapkan pada eksplorasi LTJ Blok Botteng sangat aman dan memenuhi standar lingkungan.
“Pengeboran yang dilakukan pada kegiatan eksplorasi sangat aman dari kekhawatiran masyarakat akan paparan radiasi. Setelah proses pengambilan sampel selesai, lubang bekas pengeboran akan langsung ditutup kembali seperti semula,” terang Prof. Widya.
Selain memaparkan keunggulan teknis Green LTJ, forum ilmiah tersebut juga menjadi wadah diskusi interaktif bersama tokoh pemuda, akademisi, masyarakat adat, hingga kelompok perempuan dari kawasan Botteng.
Meski sosialisasi dan pemaparan teknologi ramah lingkungan terus dilakukan, dinamika penyampaian aspirasi masyarakat tetap diwadahi secara persuasif. Pihak pengembang dan peneliti berkomitmen terus mengedukasi serta membuka transparansi data mengenai keamanan dan manfaat jangka panjang industri Green LTJ bagi perekonomian lokal maupun nasional.
(*/an)






