SULBARONLINE.COM, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) kini tengah menghadapi persoalan krusial terkait kelangsungan pembiayaan hak-hak Aparatur Sipil Negara (ASN) jelang akhir tahun. Anggaran daerah yang berjalan saat ini ternyata belum mampu mengover pembiayaan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS dan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga Desember 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, Junda Maulana, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran TPP untuk PNS di lingkup Pemprov Sulbar saat ini hanya tersedia dan mencukupi hingga Juli 2026. Sementara itu, anggaran untuk gaji pegawai PPPK tercatat baru aman hingga Oktober 2026.
Demi menutup defisit anggaran sisa tahun tersebut, Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka kini terpaksa memilah dan mengevaluasi ulang sejumlah program kerja instansi yang dinilai tidak berjalan efektif.
“Insya Allah kita tambahkan di perubahan, kita lagi mencari sumber pembiayaannya. Kita lihat program-program, apa yang efektif dan yang tidak efektif, kemudian kita coba memilah,” ujar Junda di Mamuju, Rabu, 8 Juli 2026.
Sisir Program Seremonial Demi Hak ASN
Junda menjelaskan bahwa penambahan pos anggaran krusial ini bakal diupayakan masuk melalui mekanisme APBD Perubahan 2026. Pemprov Sulbar, menurutnya, berkomitmen penuh agar pemenuhan TPP bagi PNS bisa diperpanjang hingga Desember, serta menambah kekurangan dua bulan gaji bagi para pegawai PPPK.
“Insya Allah kita akan tambahkan dan dianggarkan kembali sampai akhir tahun. Kami juga akan menambahkan kembali penganggaran gaji PPPK selama dua bulan yang sebelumnya baru kami anggarkan sampai bulan sepuluh,” tutur Junda menjelaskan skema penyelamatan hak ASN tersebut.
Langkah rasionalisasi anggaran ini diambil sebagai jalan tengah. Melalui penataan ulang sumber pembiayaan dari program-program yang tidak produktif, Pemprov Sulbar berharap seluruh hak finasial ASN dapat terpenuhi hingga tutup tahun tanpa harus mengorbankan jalannya program prioritas pembangunan daerah yang langsung menyentuh masyarakat.
(*/ad)






