SULBARONLINE.COM, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang nasional “Best Human Capital Awards 2026“. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemprov Sulbar dalam melakukan transformasi digital dan inovasi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis teknologi informasi di lingkungan birokrasi.
Dalam keputusan tim penilai yang dirilis pada Jumat, 22 Mei 2026, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfoss) Sulbar menyabet penghargaan kelembagaan untuk kategori Best Human Capital Digital Transformation & Integrated Government Innovation.
Selain penghargaan instansi, ajang yang tahun ini mengangkat tema “Transformasi SDM Untuk Percepatan Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan” tersebut juga memberikan penghargaan individu kepada dua pimpinan daerah di Sulawesi Barat.
Gubernur Sulbar Suhardi Duka dianugerahi penghargaan sebagai Best Governor in Human Capital Transformation & Sustainable Regional Advancement. Sementara itu, Kepala Diskominfoss Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, dinobatkan sebagai peraih Best Human Capital Leadership Visionary and Technology Development.
Proses penilaian dan penjurian kompetisi ini telah berlangsung sejak April 2026 oleh dewan juri yang melibatkan pakar human capital, akademisi, konsultan manajemen, serta didukung kementerian terkait. Fokus penilaian menitikberatkan pada efektivitas penerapan strategi SDM di instansi pemerintahan.
Kepala Dinas Kominfoss Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas pencapaian ini, khususnya terhadap dukungan dan arahan Gubernur dalam mewujudkan misi Sulbar Digital di lingkup pemerintahan.
“Sulbar digital mendorong pola kerja di lingkup pemerintahan lebih efektif dan efisien dan terintegrasi, serta memberikan dampak nyata kepada masayarakat. Ini yang terus kita dorong, tentunya ini juga berkat dukungan serta sinergi dari seluruh perangkat daerah Pemprov Sulbar,” kata Ridwan menegaskan, Senin, 25 Mei 2026.
Ridwan menambahkan, digitalisasi ini diharapkan terus berjalan konsisten agar memberikan dampak panjang pada efisiensi, kecepatan layanan publik, hingga bermuara pada produktivitas perekonomian masyarakat di Bumi Malaqbi.
(*/ad)






