SULBARONLINE.COM, Mamuju — Sebuah insiden berdarah yang terjadi di depan area parkir King Karaoke, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sabtu dini hari 4 Juli 2026 pukul 02.44 Wita, menggemparkan warga setempat. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang warga sipil tewas dan seorang anggota TNI Angkatan Darat dari Kodim 1418 (K) Mamuju harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka tusuk.
Korban tewas diketahui merupakan seorang pria paruh baya berinisial T (53). Korban mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju akibat luka tusuk yang cukup parah di bagian perut, meskipun sempat mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, anggota TNI yang turut menjadi korban dilaporkan mengalami dua luka tusuk di bagian punggung. Beruntung, saat ini korban dalam kondisi sadar dan tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Manakarra.
Pihak kepolisian bergerak cepat merespons insiden ini. Hanya dalam waktu tiga jam setelah peristiwa penikaman terjadi, Satreskrim Polresta Mamuju berhasil membekuk terduga pelaku yang berinisial MAF (20).
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan penangkapan kilat tersebut. Selain mengamankan MAF, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.
“Terduga pelaku sudah diamankan di Mapolresta Mamuju. Penangkapan berhasil dilakukan sekitar tiga jam setelah kejadian, bersama dengan barang buktinya,” ungkap Iptu Herman saat dikonfirmasi Sulbaronline.com.
Satu Pelaku Diamankan, Anggota TNI Diduga Hanya Melerai
Berdasarkan hasil pemantauan awal pihak kepolisian, untuk sementara pelaku utama dalam kasus ini diduga kuat merupakan pelaku tunggal, yakni MAF. Polisi juga menduga bahwa keterlibatan anggota TNI dalam insiden tersebut bukan karena terlibat pertikaian langsung, melainkan berusaha untuk melerai keributan yang terjadi di lokasi.
“Untuk sementara, terduga pelaku ada satu orang. Berdasarkan pantauan kami, korban dari pihak tentara kemungkinan besar posisinya saat itu sedang melerai (pertikaian) atau bagaimana, sehingga ikut menjadi korban,” jelas Iptu Herman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyidik Polresta Mamuju masih terus bekerja keras untuk merampungkan pemeriksaan. Laporan resmi terkait kronologi lengkap dan motif di balik penikaman ini belum diterbitkan oleh pihak Resmob karena proses pemeriksaan para saksi masih berjalan.
“Laporan resminya belum ditulis oleh Resmob karena pemeriksaan belum selesai secara keseluruhan. Kami masih mengumpulkan keterangan, baik dari saksi-saksi di TKP maupun saksi korban,” tambah Herman.
Polisi mengaku masih terhambat untuk menggali keterangan lebih dalam dari salah satu korban utama, mengingat kondisi anggota TNI yang terluka belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara resmi.
“Saksi korban dari pihak tentara belum bisa kami mintai keterangan (secah penuh). Saat ini penyidik masih terus melengkapi alat bukti dan memeriksa saksi-saksi lain yang ada di lokasi guna mengungkap motif serta kronologi peristiwa ini secara utuh,” tutupnya.
(ad/ad)





