SULBARONLINE.COM, Mamuju — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Mamuju resmi membuka gelaran Lomba Nyanyi Solo Lagu Daerah Mamuju Tingkat Pelajar se-Kabupaten Mamuju pada Senin, 6 Juli 2026. Pembukaan perlombaan ini menandai dimulainya ajang olah vokal daerah yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga 7 Juli 2026.
Perhelatan budaya ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Mamuju (HJM) yang ke-486. Selain merayakan hari jadi daerah, agenda tahunan ini difokuskan sebagai ruang ekspresi bakat seni bagi para generasi muda.
Berlangsung di Rumah Adat Mamuju, perhelatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat Disparbud, para pendamping sekolah, hingga masyarakat setempat. Lokasi Rumah Adat dipilih secara khusus guna menghidupkan kembali suasana serta nilai-nilai kearifan lokal selama kegiatan berlangsung.
Ajang persaingan bakat seni ini diikuti oleh puluhan peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/SMK atau sederajat. Para peserta terdiri dari pelajar pria dan wanita berusia antara 10 hingga 18 tahun dari berbagai wilayah di Kabupaten Mamuju.
Kepala Bidang Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Mamuju, Marwan Haruna, menyampaikan bahwa lomba ini digelar dengan tujuan utama memunculkan serta mempopulerkan kembali lagu-lagu daerah di kalangan pelajar. Langkah ini dinilai penting di tengah mulai tergesernya minat generasi muda terhadap seni musik tradisional lokal.

“Lomba ini sengaja kita lakukan untuk memunculkan kembali lagu-lagu daerah yang sudah lama dilupakan, apalagi di kalangan usia pelajar. Generasi kita sudah jarang yang mengetahui lagu daerah Mamuju, sehingga ini menjadi upaya untuk memperkenalkan kembali kekayaan seni kita,” tutur Marwan.
Dalam seremoni pembukaan tersebut, panitia memaparkan bahwa setiap peserta diwajibkan membawakan dua lagu di atas panggung. Lagu pertama adalah lagu wajib, sedangkan lagu kedua merupakan lagu pilihan daerah.
Guna menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, Disparbud Mamuju mengandalkan dewan juri yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Tim penilai terdiri dari gabungan unsur dinas, praktisi vocal coach, penyanyi daerah ternama, serta para penggiat seni dan budaya lokal.
Seluruh peserta yang berlaga dalam ajang ini akan memperebutkan trofi (piala) dan uang pembinaan yang disiapkan langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju sebagai wujud apresiasi pemerintah daerah.
Marwan berharap seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung penuh jalannya kegiatan ini hingga hari penutupan. “Mari kita dukung anak-anak kita agar sejak dini tumbuh rasa cinta terhadap kesenian dan kebudayaan daerah sebagai warisan yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” pungkasnya.
(ad/ad)






