Pernah Cetak Pemain Dunia, Sulbar Bidik Kebangkitan Takraw via Liga Regional Sulawesi

SULBARONLINE.COM, Mamuju – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) resmi terpilih menjadi tuan rumah gelaran bergengsi Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah 3 Regional Sulawesi. Kompetisi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari enam provinsi se-Sulawesi ini resmi dibuka oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), pada Senin (6/7/2026).

Ajang ini menjadi angin segar sekaligus momentum krusial bagi Sulbar untuk mengembalikan kejayaan olahraga sepak takraw mereka yang sempat meredup di kancah nasional maupun internasional.

Pembukaan kompetisi yang berlangsung di Mamuju ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI), Nukhrawi Nawir, serta jajaran pengurus dan ratusan atlet dari seluruh penjuru Sulawesi.

Tercatat ada enam provinsi yang mengirimkan kontingen terbaiknya, yaitu, Sulawesi Barat (Tuan Rumah), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo.

Pada kategori putra, persaingan dipastikan sengit karena seluruh provinsi mengirimkan perwakilan penuh. Sementara untuk kategori putri, kompetisi hanya akan diikuti oleh lima provinsi setelah Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan absen mengirimkan tim putrinya.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menegaskan bahwa penunjukan Sulbar sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Sulbar memiliki rekam jejak historis yang kuat dalam mencetak badik-badik takraw andalan Indonesia di masa lalu.

“Saya kira tidak salah (Sulbar jadi tuan rumah) karena kita pernah berprestasi, kita pernah memiliki pemain dunia, dan pernah memasok atlet-atlet nasional,” ujar pria yang akrab disapa SDK tersebut usai membuka acara.

Namun, SDK tidak menampik adanya penurunan prestasi yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ia secara terbuka mengevaluasi manajemen olahraga di daerahnya yang sempat kehilangan arah.

“Hanya saja, prestasi itu tidak berlanjut karena mungkin pembinaan yang kurang,” cetusnya.

Lewat turnamen regional ini, SDK berharap ada efek domino yang positif bagi ekosistem olahraga di Sulbar. Turnamen ini ditargetkan menjadi stimulus untuk menghidupkan kembali gairah pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan.

“Dengan kehadiran kembali sebagai tuan rumah, ini menjadi penyemangat bahwa sepak takraw Provinsi Sulbar bisa hidup kembali. Itu harapan kita,” tambah SDK.

Pemerintah Provinsi Sulbar berharap Liga Sepak Takraw Wilayah 3 ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial antardaerah, melainkan menjadi inkubator yang melahirkan talenta-talenta baru. Target jangka panjangnya jelas, mengukuhkan kembali posisi Sulbar sebagai salah satu lumbung utama atlet sepak takraw yang siap mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

(*/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *