SULBARONLINE.COM, Mamuju – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sukses menorehkan capaian gemilang dalam pengelolaan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2025. Rumah sakit pelat merah ini berhasil meraih nilai kematangan inovasi dengan skor tinggi, yakni 97,00.
Penghargaan atas capaian tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Sulbar, Hasanuddin, kepada Kasubid Pengembangan Data dan Informasi RSUD Sulbar, Haisa Husain, dalam seremonial di Ruang Rapat RPJMD Bapperida Sulbar, Kamis, 11 Juni 2026.
Direktur RSUD Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, mengapresiasi kerja keras seluruh tim medis dan manajemen yang konsisten melakukan transformasi digital dan pelayanan. Menurutnya, skor indeks yang nyaris sempurna ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan publik di Sulbar mulai adaptif dan kolaboratif.
“Capaian ini bukan akhir dari proses, tetapi menjadi motivasi bagi seluruh jajaran RSUD Sulbar untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujar Musadri Amir dalam keterangan resminya, Jumat, 12 Juni 2026.
Satu dari sekian inovasi yang mendongkrak drastis nilai kematangan indeks RSUD Sulbar adalah program MALABBI, singkatan dari Manajemen Layanan Ibu dan Bayi.
Sebuah sistem tata kelola kesehatan yang mengintegrasikan layanan bagi ibu dan bayi secara terarah. Program ini didesain agar mudah diakses oleh masyarakat luas, serta memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pasien guna menekan angka kematian ibu dan anak.
Akselerasi budaya inovasi di lingkungan rumah sakit ini dinilai sejalan dengan visi Panca Daya yang diusung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Program tersebut menitikberatkan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, kompeten, dan berkarakter di sektor pelayanan publik.
Dengan tata kelola yang lebih efisien, RSUD Sulbar kini berupaya mengubah stigma birokrasi rumah sakit yang lambat menjadi lebih responsif dan akuntabel.
Meski mencatatkan rapor hijau di periode 2025, manajemen rumah sakit menegaskan tidak ingin cepat berpuas diri. Pada tahun anggaran 2026 ini, RSUD Sulbar memasang target untuk mendongkrak kembali tingkat kematangan inovasi ke level yang lebih tinggi.
kemudian, memperluas jangkauan dan implementasi sistem penanganan ibu dan anak lewat program MALABBI serta membangun ekosistem pelayanan kesehatan yang responsif dan menjadi percontohan di kawasan Sulawesi Barat.
“Inovasi yang berkelanjutan adalah langkah nyata menuju pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas,” tutur dr. Musadri Amir menutup keterangannya.
(*/ad)









