SULBARONLINE.COM, Mamuju – Teka-teki kematian Hermanus (62), supervisor laundry Mall Matos yang ditemukan tidak bernyawa di kamar Wisma Sumber Baru, Jalan Pengayoman, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya terang. Polresta Mamuju resmi menghentikan penyelidikan kasus ini setelah pihak keluarga memastikan penyebab kematian korban.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menyatakan bahwa pihak keluarga telah menolak proses autopsi terhadap jenazah korban. Alhasil, kepolisian tidak menerbitkan laporan polisi (LP) untuk melanjutkan perkara ke ranah hukum.
“Keluarganya keberatan dan menolak untuk dilakukan autopsi, jadi tidak dibuatkan laporan polisi,” ujar Herman saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Juni 2026.
Riwayat Penyakit Jantung dan Respons Keluarga
Menurut Herman, pihak keluarga sudah menerima kepergian korban dengan ikhlas karena mengetahui persis rekam medis almarhum. Hermanus diketahui memiliki riwayat penyakit jantung semasa hidupnya.
Lantaran pihak keluarga telah mengikhlaskan dan menolak autopsi, jenazah pria paruh baya tersebut langsung diserahkan oleh pihak kepolisian agar bisa segera dipulangkan. “Jenazahnya langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk diantarkan ke Makassar lalu dikebumikan,” tambah Herman.
Teman Wanita Sempat Diperiksa, Kasus Resmi Ditutup
Sebelumnya, polisi sempat melacak keberadaan seorang perempuan yang diketahui menginap bersama korban sebelum jasadnya ditemukan pada Rabu, 17 Juni 2026. Perempuan misterius yang sempat meninggalkan wisma tersebut akhirnya berhasil dimintai keterangan oleh penyidik.
Herman menegaskan, setelah pemeriksaan terhadap teman wanita korban selesai dilakukan dan sinkron dengan keterangan keluarga mengenai riwayat penyakit korban, polisi memutuskan untuk menyetop penyelidikan.
“Perempuan ini sempat bertemu dengan yang meninggal. Setelah diperiksa, kasusnya sudah ditutup karena keluarganya sudah tahu persis bahwa memang yang meninggal ini memiliki riwayat penyakit jantung,” jelasnya.
Dengan hasil pemeriksaan fisik luar yang tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, serta adanya kepastian riwayat penyakit dari pihak keluarga, spekulasi liar mengenai kematian supervisor laundry ini resmi berakhir.
(ad/ad)






