SULBARONLINE.COM, Majene – Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mengembangkan TanaraCraft, usaha kerajinan yang memadukan coco fiber, eceng gondok, dan tenun Lipa Saqbe Mandar menjadi produk fesyen dan kerajinan bernilai ekonomi.
TanaraCraft merupakan salah satu usaha mahasiswa penerima pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 pada kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya dengan tahapan usaha bertumbuh.
Produk TanaraCraft dikembangkan dengan konsep eco-friendly dan modern-etnik, melalui pemanfaatan bahan alami dan budaya lokal menjadi berbagai produk seperti tas, pouch, aksesori, dan souvenir.
Keunggulan produk terletak pada kombinasi material alami dengan tenun Lipa Saqbe yang menjadi identitas budaya Mandar.

Sebelum pengembangan usaha, tim TanaraCraft telah melakukan survei terhadap 280 responden.
Hasilnya menunjukkan 80 persen responden tertarik terhadap produk ramah lingkungan dan 75 persen menyukai produk yang menggabungkan budaya lokal dengan desain modern.
Melalui dukungan P2MW 2026, TanaraCraft terus melakukan peningkatan kualitas produk, diversifikasi desain, penguatan branding, pemasaran digital, serta perluasan pasar melalui media sosial, marketplace, pameran, dan jaringan reseller.
Selain berorientasi bisnis, TanaraCraft juga membawa misi pelestarian budaya dan pemberdayaan perajin lokal melalui pemanfaatan tenun Lipa Saqbe dalam produk yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan konsumen.
Kedepan, TanaraCraft menargetkan perluasan pasar hingga tingkat nasional serta penguatan posisi sebagai produk kerajinan khas Mandar yang menggabungkan budaya, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui pengembangan tersebut, TanaraCraft diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai usaha mahasiswa, tetapi juga menjadi salah satu model kewirausahaan muda yang mengintegrasikan inovasi, budaya lokal, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.(*)












