Kapal Dinas Kecamatan Kepulauan Balakbalakang Tenggelam, Bantuan Beras Bapanas Dialihkan ke Kapal Perintis

SULBARONLINE.COM, Mamuju — Kapal dinas milik Kecamatan Kepulauan Balakbalakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), tenggelam di Perairan Selat Makassar saat bersiap mendistribusikan bantuan beras beras dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini mengakibatkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah.

Camat Kepulauan Balakbalakang, Sunarjo, menceritakan bahwa kapal yang ditumpanginya bersama lima anggota kecamatan mengalami musibah saat mendekati daratan. Kapal sempat dipaksakan melaju hingga akhirnya karam sekitar 10 hingga 15 meter dari tepi pantai.

“Alhamdulillah, kami masih bisa paksakan jalan terus ke pinggir. Pas sekitar 10 meter dari pantai, kapal sudah karam,” kata Sunarjo.

Ia mengonfirmasi seluruh penumpang selamat. Bantuan beras utama dari pusat juga berada dalam kondisi aman karena dikirim menggunakan kapal perintis, bukan kapal dinas yang tenggelam. Namun, tiga unit mesin kapal dinas terendam air laut dan belum dipastikan apakah armada tersebut masih dapat diperbaiki.

Insiden berawal saat rombongan kecamatan hendak menjemput bantuan beras Bapanas di Pulau Ambo. Bantuan beras daerah sebelumnya telah habis disalurkan, sehingga agenda kali ini berfokus pada distribusi bantuan pemerintah pusat yang membutuhkan verifikasi aplikasi oleh petugas kecamatan.

Sesuai rencana awal, beras yang diangkut kapal perintis ke Pulau Ambo akan dijemput menggunakan kapal dinas untuk disalurkan ke wilayah-wilayah yang tidak disinggahi kapal perintis, yaitu, Pulau Labia, Pulau Lamudaan, Pulau Malamber, Pulau Seloan.

Sementara bantuan beras untuk Pulau Samataha dan Saboyang diturunkan sementara di Popoongan sebelum dijemput dan diantar di dua pulau tersebut.

Sementara itu, jalur utama kapal perintis mencakup empat pulau besar, yakni Pulau Ambo, Pulau Salissingan, Pulau Sabakkatang.

Guna memastikan logistik pangan tetap sampai ke masyarakat, skema penyaluran langsung dialihkan. Kapal perintis yang awalnya hanya bertugas mengantar beras ke titik kumpul utama kini dikerahkan langsung untuk meneruskan penyaluran ke empat pulau terluar yang terdampak.

Pemerintah Kecamatan Kepulauan Balakbalakang juga tengah berkoordinasi untuk mencari kapal alternatif yang memadai demi melanjutkan sisa distribusi dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran.

(ad/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *