Lansia 73 Tahun di Sulbar Bisa Berjalan Lagi Pasca-Operasi Sendi Panggul tanpa Dirujuk ke Luar Daerah

SULBARONLINE.COM, Mamuju — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat kembali mencatatkan keberhasilan dalam layanan medis spesialistik. Tim dokter spesialis ortopedi rumah sakit tersebut sukses melakukan operasi penggantian sendi panggul (Hemiarthroplasty) pada seorang pasien lanjut usia (lansia) berusia 73 tahun, hingga membuatnya bisa kembali berjalan.

Pasien bernama Ny. NN, warga Desa Toabo, sebelumnya tiba di RSUD Sulbar dalam kondisi mobilitas terbatas. Ia sama sekali tidak bisa berjalan akibat nyeri hebat pada panggul kiri setelah mengalami insiden terjatuh. Namun, hanya berselang dua hari setelah tindakan medis, pasien sudah diperbolehkan pulang dalam kondisi mandiri tanpa kursi roda.

Direktur RSUD Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, mengapresiasi kerja keras tim medis yang terlibat. Ia menegaskan keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa RSUD Sulbar kian mandiri dalam menyediakan layanan kesehatan spesialistik berkualitas, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.

“Keberhasilan operasi ini menunjukkan bahwa RSUD Sulbar memiliki tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional. Kami terus meningkatkan mutu layanan kesehatan sebagai bagian dari visi mewujudkan masyarakat Sulbar yang sehat dan produktif,” ujar dr. Musadri dalam keterangan resminya, Jumat, 26 Juni 2026.

Tindakan operasi sendi panggul tersebut dilakukan pada Senin, 22 Juni 2026, oleh Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RSUD Sulbar, dr. Riko Febrian Kunta Adjie.

Menurut dr. Riko, kunci kesuksesan dari pemulihan kilat ini tidak hanya bertumpu pada proses pembedahan di ruang operasi, melainkan juga respons cepat pasien selama masa pemulihan. Hanya dalam waktu satu hari pasca-operasi, pasien sudah menunjukkan progres signifikan.

“Pasien mulai mampu berdiri dan berjalan secara bertahap. Keberhasilan tindakan ini sangat ditentukan oleh kolaborasi medis serta kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan dan rehabilitasi pascaoperasi,” jelas dr. Riko.

Pada Rabu, 24 Juni 2026, Ny. NN akhirnya dinyatakan pasca-rawat dan diizinkan pulang. Pemandangan kontras terlihat saat kepulangan pasien; jika saat datang ia harus didorong menggunakan kursi roda, Ny. NN melangkah kaki sendiri saat keluar dari rumah sakit.

Peningkatan fasilitas dan keahlian medis di RSUD Sulbar ini dinilai sejalan dengan program strategis Pemprov Sulbar. Secara khusus, keberhasilan ini mendukung program Panca Daya yang diusung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.

Melalui penguatan layanan spesialistik, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, dan pemanfaatan teknologi medis yang terus diperbarui, RSUD Sulbar berkomitmen menjadi benteng utama pelayanan kesehatan di wilayah Sulawesi Barat.

Kasus kesembuhan Ny. NN kini menjadi motivasi tambahan bagi manajemen rumah sakit untuk terus mendorong standar pelayanan kesehatan ke tingkat yang lebih tinggi, demi masyarakat Sulbar yang lebih sehat dan berdaya saing.

(*/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *