SULBARONLINE.COM, Mamasa — Dua unit rumah warga di Dusun Belak Kodo, Desa Orobuwa, Kecamatan Sesena Padang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilaporkan ambruk hingga rata dengan tanah setelah tertimpa pohon beringin raksasa yang tumbang pada Minggu pagi, 14 Juni 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pohon beringin berusia puluhan tahun itu mendadak tumbang akibat kondisi tanah yang labil serta terjangan angin kencang. Akar pohon berlumut tersebut tampak terangkat sepenuhnya dari tanah, membuat batangnya yang besar melintang tepat di atas pemukiman warga.
Hantaman keras dari material pohon raksasa itu langsung menghancurkan struktur bangunan rumah yang didominasi material kayu dan atap seng. Dalam sekejap, kedua rumah tersebut berubah menjadi puing-puing.
Dari foto dan video yang beredar di media sosial, tampak batang beringin berdiameter besar menindih hancur bangunan di bawahnya. Lembaran seng yang ringsek, balok kayu yang patah, serta perabotan rumah tangga milik korban terlihat berserakan, bercampur dengan ranting dan dedaunan lebat.
Pascakejadian, puluhan warga sekitar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi mandiri. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong royong memotong dahan pohon dan memilah barang-barang berharga milik korban yang masih bisa diselamatkan.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah setempat belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun luka berat dalam insiden tersebut. Penghuni rumah dikabarkan berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum pohon ambruk.
Meski demikian, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah mengingat seluruh bangunan fisik dan isi rumah rusak total tertimbun material.
“Kondisi tanah di area tersebut memang disinyalir labil, ditambah embusan angin kencang sejak beberapa hari terakhir yang memicu tumbangnya pohon berumur puluhan tahun itu,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Merespons bencana tersebut, Kepala Desa Orobuwa bersama aparat dari pihak Kecamatan Sesena Padang telah meninjau langsung lokasi kejadian. Petugas mulai melakukan asesmen dampak kerusakan dan mendata kebutuhan mendesak bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Saat ini, warga yang terdampak sangat mengharapkan uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten Mamasa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terutama bantuan logistik, kebutuhan dasar, serta tenda darurat untuk tempat berteduh sementara.
(*/ad)






