PT Passokorang Pastikan Kepulan Asap AMP di Karossa Murni Kendala Teknis dan Langsung Dibenahi

SULBARONLINE.COM, Mateng — Manajemen PT Passokorang bergerak cepat meluruskan kekhawatiran warga terkait kepulan asap yang sempat membubung dari area Asphalt Mixing Plant (AMP) milik perusahaan PT Passokorang di Desa Lara, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulbar. Gangguan visual tersebut dikonfirmasi murni akibat kendala teknis situasional pada sistem pembakaran dan kini masih dalam penanganan.

Pimpinan Cabang PT Passokorang Wilayah Sulbar, Hendra Pradana Tan, menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan kejadian tidak terduga yang terjadi dalam durasi singkat. Kerusakan pada komponen penyaringan mesin memicu emisi asap yang lebih tebal dari biasanya saat proses uji coba operasional dilakukan.

“Betul, sempat ada kendala teknis atau kerusakan pada mesin AMP kami. Namun kami menegaskan, komitmen perusahaan adalah langsung menghentikan operasional untuk melakukan pembenahan hari ini juga. Ini murni kendala teknis yang situasional, bukan kelalaian yang dibiarkan,” ujar Hendra Pradana Tan saat memberikan klarifikasi kepada Sulbaronline.com, Jumat 5 Juni 2026.

Langkah Cepat dan Komitmen Humanis Perusahaan

Sebagai bagian dari komunitas yang telah lama tumbuh bersama masyarakat di Mateng, PT Passokorang mengedepankan pendekatan humanis. Kenyamanan dan keselamatan warga sekitar menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar.

Guna memberikan transparansi dan rasa aman, Hendra Pradana Tan merinci empat poin penting penanganan dan kebijakan lingkungan yang ditempuh perusahaan.

Perbaikan Instan di Hari yang Sama

Begitu indikasi kerusakan pada mesin pembakar terdeteksi, tim teknisi internal langsung diterjunkan. Langkah penghentian operasional sementara dilakukan demi memastikan perbaikan berjalan intensif dan emisi kembali normal.

Pengawasan Emisi Berkala

Pasca-insiden ini, PT Passokorang memperketat standar audit kelayakan mesin secara berkala. Langkah preventif ini diambil guna meminimalisasi potensi gangguan serupa.

Klarifikasi Operasional Area Sungai

Menanggapi rumor yang beredar di media, manajemen menegaskan bahwa PT Passokorang sudah tidak melakukan aktivitas alat berat di area sungai Desa Lara selama 5 tahun terakhir. Hal ini menjadi bukti kepatuhan korporasi terhadap regulasi lingkungan yang berlaku.

Membuka Pintu Komunikasi Terbuka

Perusahaan menyediakan ruang dialog yang inklusif bagi warga sekitar untuk menyampaikan aspirasi maupun laporan secara langsung, demi menjaga hubungan harmonis yang telah bina selama ini.

Menjaga Standar Lingkungan dan Kemitraan Warga

Melalui penanganan taktis ini, manajemen berharap masyarakat tidak lagi cemas. PT Passokorang berkomitmen untuk menyelaraskan target operasional perusahaan dengan standar keselamatan lingkungan yang tinggi.

“Kami ingin terus menjadi mitra pembangunan yang ramah lingkungan bagi warga di Daerah. Setiap masukan dari warga adalah evaluator terbaik bagi peningkatan mutu operasional kami,” tutup Hendra Pradana Tan.

(ad/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *