Polman Dominasi Capaian, Kemenag Sulbar Catat 3.921 Hewan Kurban di Iduladha 2026

SUKBARONLINE.COM, Mamuju – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Barat resmi merilis data sebaran hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Tahun ini, grafik antusiasme beribadah masyarakat setempat menorehkan angka total 3.921 ekor hewan kurban yang siap disembelih.

Merujuk data rekapitulasi, pasokan hewan kurban tersebut didominasi oleh sapi sebanyak 3.626 ekor, sementara sisanya merupakan kambing dengan jumlah 295 ekor. Seluruh hewan kurban ini tersebar di enam kabupaten, ditambah sumbangan institusional dari internal Kanwil Kemenag dan Pemerintah Provinsi Sulbar.

Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota, menjelaskan bahwa angka tersebut didapatkan dari hasil pelaporan berkala dan berjenjang yang disetorkan oleh setiap kantor Kemenag di tingkat kabupaten.

“Kami mencatat total ada 3.921 ekor hewan kurban yang akan dipotong pada Iduladha tahun ini. Kemenag sangat mengapresiasi besarnya semangat berkurban, baik dari masyarakat umum, kalangan ASN, hingga jajaran pemerintah daerah di Sulbar,” kata Adnan Nota kepada Sulbaronline.com, Kamis 28 Mei 2026.

Polman Tertinggi, Mamasa Paling Minim

Menilik sebaran geografis berbasis data infografis resmi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kukuh di posisi teratas sebagai wilayah dengan kantong kurban terbesar. Polman menyumbang 1.506 ekor, yang memuat komposisi 1.393 ekor sapi dan 113 ekor kambing.

Mengekor di urutan kedua, Kabupaten Mamuju Tengah mencatatkan 696 ekor (653 sapi dan 43 kambing). Posisi berikutnya ditempati oleh ibu kota provinsi, Kabupaten Mamuju, dengan torehan 651 ekor (578 sapi dan 73 kambing), yang kemudian disusul ketat oleh Kabupaten Majene lewat sumbangan 594 ekor (549 sapi dan 45 kambing).

Di papan bawah rekapitulasi, Kabupaten Pasangkayu terdata menyalurkan 350 ekor (333 sapi dan 17 kambing). Sementara itu, daerah pelesatan pegunungan Kabupaten Mamasa bertengger di posisi paling buncit dengan total 89 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 87 ekor sapi dan hanya 2 ekor kambing.

Di luar angka wilayah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat ikut menyetorkan 21 ekor hewan kurban, bersanding dengan sumbangan internal dari jajaran ASN Kanwil Kemenag Sulbar yang mengumpulkan 14 ekor sapi.

Kemenag Soroti Ketimpangan Distribusi Daging

Melihat adanya jurang pemisah yang cukup lebar antar-wilayah terutama antara Polman dan Mamasa, Adnan Nota memberikan catatan mengenai skema pembagian logistik kurban. Ia mendesak kepanitiaan lokal untuk memprioritaskan asas keadilan ruang.

Adnan menekankan bahwa kantong-kantong pendistribusian daging wajib ditarik ke wilayah pelosok yang selama ini kering dari aktivitas penyembelihan kurban, salah satunya menyasar titik-titik terpencil di Mamasa.

“Target kami adalah nilai kemanfaatan yang merata, sehingga setiap lini kebaikan kurban ini benar-benar mewujud sebagai amal sosial yang tak putus. Oleh karena itu, kami mewanti-wanti seluruh panitia di lapangan untuk menjaga higienitas dan memastikan paket daging jatuh ke tangan komoditas warga yang paling membutuhkan,” tutup Adnan.

(ad/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *