SULBARONLINE.COM, Mamuju – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Sulbar menggelar Musda IV DPD dan Muscab IV serentak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura se Provinsi Sulbar, Minggu 24 Mei 2026.
Musda dibuka secara langsung Wakil Ketua Umum Bidang Peradaban dan Kebudayaan DPP Partai Hanura, Imam Anshori Saleh, serta dihadiri oleh Wasekjen DPP Bidang Ideologi dan Politik, Ratna Ester L Tobing, Korwil Wilayah X Hanura, Brigjen Pol Purn Drs. Adeni Muha, Plt Ketua Hanura Sulbar, Andi Ryza Fardiansyah, pengurus DPD dan DPC Hanura se Sulbar, seluruh kader dan simpatisan partai Hanura.
Dalam kesempatannya, Waketum Imam Anshori menekankan, pentingnya evaluasi total menyusul merosotnya perolehan suara partai di wilayah Sulbar pada pemilu terakhir.
Hal ini menjadi salah satu agenda krusial yang dibahas dalam forum Musyawarah Daerah Hanura Sulbar ke-IV. “Pihak DPP Hanura meminta, ajang musda kali ini tidak sekadar menjadi formalitas organisasi atau ajang konsolidasi biasa. Forum ini dirancang sebagai momentum strategis untuk menyusun program kerja demi memenangkan Pemilu 2029 serta menyambut Pilkada serentak 2031,” sebut Imam Anshori di sela-sela acara kepada wartawan.
Imam Anshori menyampaikan pesan Ketua Umum DPP Oesman Sapta Odang agar kepengurusan di tingkat daerah mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat Sulbar.
Imam Anshori menyebut, Hanura pernah tercatat berjaya di Sulbar dengan mengamankan empat kursi di DPRD Provinsi dan 19 kursi di tingkat kabupaten pada tahun 2019. Namun, performa tersebut merosot tajam pada pemilu tahun 2024.
“Harapan dari pak ketum ke depan yaitu mengembalikan kepercayaan Hanura di Sulbar. Dulu kita memang mencapai suara cukup bagus. Kemarin kan pemilu terakhir turun drastis, jadi ini akan dikembalikan, syukur bisa lebih,” ujarnya.
Selain membidik kursi di tingkat daerah, Hanura juga menargetkan perwakilan dari Sulbar untuk bisa menembus DPR RI guna melengkapi perjuangan politik partai berlambang singa tersebut.
Menatap pemilu mendatang, Imam Anshori menyatakan Hanura berkomitmen melakukan perombakan strategi. Mengingat mayoritas pemilih saat ini didominasi oleh generasi muda (Gen Z dan Milenial), Hanura akan meninggalkan cara-cara lama yang kaku.
Ia menambahkan, Hanura berencana memaksimalkan penggunaan media massa dan media sosial secara masif untuk mendekatkan diri ke masyarakat. Setiap pergerakan partai ke depan wajib diselaraskan dengan kepentingan elektoral dan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kita paham betul bahwa jumlah pemilih kita mayoritas adalah Gen Z. Itu yang harus kita raih. Jangan pakai pendekatan konvensional kayak dulu, ini harus berubah pendekatannya. Termasuk bagaimana menggunakan media massa untuk mendekati masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, calon tunggal Ketua DPD Hanura Sulbar Andy Dodi Hermawan, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon tunggal dalam Musyawarah Daerah IV Hanura Sulbar.
Penunjukan dirinya sebagai calon ketua definitif diakui merupakan mandat langsung dari Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Sapta.
Andy Dodi mengungkapkan, penunjukan ini terbilang mendadak namun didasari oleh pertimbangan politik yang matang dari pihak DPP. Menurutnya, Oesman Sapta melihat dinamika politik di Sulbar membutuhkan kendali kepemimpinan yang kuat dan berpengalaman di internal partai.
“Pak ketua umum melihat kondisi di Sulawesi Barat. Sebenarnya banyak figur di sana, hanya beliau berharap saya untuk mengambil kendali di Sulawesi Barat,” ujarnya.
“Pihak DPP mengomunikasikan agar segera melaksanakan musda, dan untuk posisi Ketua DPD, rekomendasi itu diamanahkan atas nama saya sendiri.” lanjut Andy Dodi.
Meski mengaku sempat kewalahan dengan waktu persiapan kepanitiaan yang sangat mepet yakni hanya dua minggu, Andi Dody menegaskan bahwa seluruh kader di tingkat daerah tetap solid dan siap melaksanakan instruksi DPP.
Keputusan diambil dengan menyatukan pelaksanaan agenda musda dan musyawarah cabang secara serentak.
Percepatan ini dinilai krusial mengingat agenda politik nasional yang kian dekat. Partai Hanura dituntut segera merapikan struktur organisasi sebelum memasuki tahapan verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Tahun depan kita sudah masuk verifikasi faktual, jadi tinggal beberapa bulan ini. Waktunya sangat mepet menurut saya. Di satu sisi ini jabatan yang harus saya emban, di sisi lain saya harus merapikan kembali struktur organisasi yang belum semaksimal apa yang diharapkan,” tuturnya.
Tantangan utama yang dihadapi kepengurusan baru di bawah komandonya yakni memulihkan performa elektoral Hanura di Sulbar yang sempat merosot tajam.
Partai berlambang singa ini mencatat penurunan perolehan kursi yang signifikan pada pemilu terakhir, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Ia mengakui bahwa fluktuasi kondisi politik saat ini dan perkembangan arus informasi menjadi tantangan berat bagi pergerakan partai ke depan. Kendati demikian, ia menargetkan rekonsolidasi total di enam DPC untuk merebut kembali basis-basis suara di akar rumput.
“Insya Allah dengan amanah ini, saya harus merapikan semua kondisi lagi di enam DPC yang ada di Sulawesi Barat ini,” pungkasnya optimis.
(ad/ad)











