Geger Kabar Penculikan Anak di Kalumpang Mamuju, Ternyata Ini Sosok Pria yang Ditangkap

SULBARONLINE.COM, Mamuju — Kepolisian Sektor (Polsek) Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, memastikan bahwa informasi yang viral di media sosial mengenai penangkapan terduga pelaku penculikan anak di wilayah hukumnya adalah berita bohong atau hoaks.

Kapolsek Kalumpang, Iptu Asrul Asfah, mengklarifikasi bahwa pria yang diamankan oleh warga dan aparat tersebut bukanlah seorang kriminal, melainkan warga yang tersesat dan mengalami gangguan kesehatan mental.

“Kami meminta seluruh masyarakat untuk tidak panik. Informasi yang beredar di media sosial terkait penangkapan penculik anak di Kalumpang itu tidak benar,” ujar Asrul saat dikonfirmasi, Senin, 25 Mei 2026.

Kronologi dan Identitas Pria yang Diamankan

Menurut penjelasan Asrul, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pria tersebut masuk ke wilayah Kalumpang dalam kondisi linglung. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui pria itu mengalami keterbelakangan mental dan diduga kuat sedang mengalami depresi berat hingga tersesat jauh dari rumahnya.

Berdasarkan hasil penelusuran identitas oleh personel Polsek Kalumpang, pria tersebut diketahui berasal dari daerah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yang berdomisili di Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng)

“Kami melakukan penanganan secara humanis. Setelah berhasil mengidentifikasi asal-usul yang bersangkutan, kami langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga,” kata Asrul.

Saat ini, Polsek Kalumpang telah memulangkan pria tersebut ke rumah keluarganya di Budong-Budong, Mamuju Tengah, dalam keadaan aman.

Merespons cepatnya penyebaran isu miring ini di jejaring sosial, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk lebih bijak dan menyaring setiap informasi yang diterima sebelum membagikannya ulang. Isu penculikan anak dinilai sangat sensitif dan berpotensi memicu kegaduhan serta tindakan main hakim sendiri.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan stop menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Bijaklah bermedia sosial dan selalu pastikan kevalidan informasi dari sumber yang tepercaya,” tutur Asrul.

(*/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed