Dosen dan Mahasiswa Unsulbar Berdayakan Kelompok Tani Desa Tandassura Lewat Diversifikasi Olahan Kelapa dan Pelatihan Kerja Aman

SULBARONLINE.COM,POLMAN – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar kegiatan pemberdayaan bagi Kelompok Tani Sinar Pukkopo di Desa Tandassura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu, (30/8/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Diversifikasi Olahan Kelapa dan Praktik Kerja Aman berbasis Potensi Lokal di Desa Tandassura”, dan merupakan bagian dari Skim Pengabdian Kemitraan yang didanai DIPA Unsulbar Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Anisa Dwirizky Abdullah, S.Si., M.Si., Apt selaku ketua tim pelaksana, bersama dua anggota tim yaitu Neng Mira Atjo, M.Biomed, Apt dan Andi Mifta Farid Panggeleng, S.KM., M.K.M, serta didukung penuh oleh lima mahasiswa Program Studi Farmasi: Aulia Wardani, Elsapira, Reski Radatul Aisya, Ismail, dan Sahrul.

Desa Tandassura dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa rakyat di Kecamatan Limboro, dengan luas area perkebunan mencapai lebih dari 1.393 hektare dan melibatkan ribuan kepala keluarga petani. Sayangnya, selama ini hasil kebun sebagian besar hanya dijual dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi seperti kopra, yang nilai tambahnya rendah dan sangat bergantung pada fluktuasi harga pasar.

“Potensi bahan baku di sini sangat melimpah, tapi belum banyak diolah menjadi produk turunan yang bernilai jual lebih tinggi. Di sisi lain, praktik kerja di kebun dan rumah produksi juga masih berisiko tinggi karena minimnya penerapan keselamatan kerja,” ujar Anisa Dwirizky Abdullah selaku ketua tim pengabdi.

Program ini dirancang untuk menjawab dua persoalan mendasar yang dihadapi kelompok tani, yakni rendahnya nilai tambah produk olahan kelapa dan lemahnya budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan.

Pada aspek produktivitas, warga dan anggota kelompok tani mendapatkan pelatihan langsung mengenai:
Pemilihan bahan baku kelapa berkualitas,Praktik pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan metode fermentasi tanpa pemanasan tinggi,
Pemanfaatan VCO menjadi produk turunan seperti sabun padat dan minyak aromaterapi,Standarisasi higienitas produksi serta pelabelan kemasan sederhana.

Sementara pada aspek keselamatan kerja, tim pengabdi memberikan edukasi dan simulasi mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dasar, identifikasi bahaya di area perkebunan, prosedur pembakaran sisa produksi yang aman, hingga tata cara penanganan dan penyimpanan pestisida yang tidak membahayakan kesehatan keluarga maupun lingkungan sekitar.

Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari anggota kelompok tani dan perwakilan rumah tangga di Desa Tandassura mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan antusias. Sebelum pelatihan dimulai, peserta terlebih dahulu mengisi pre-test untuk mengukur pemahaman awal, yang nantinya akan dibandingkan dengan hasil post-test guna mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka.

Ketua Kelompok Tani Sinar Pukkopo, Jumadil S, menyambut baik kegiatan ini dan berharap pendampingan dapat terus berlanjut.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Selama ini kami hanya menjual kelapa mentah, sekarang kami tahu caranya mengolah menjadi VCO, sabun, dan produk lain yang nilainya lebih tinggi. Soal keselamatan kerja juga baru kami sadari pentingnya, terutama saat menyemprot pestisida dan membakar sisa panen,” ungkapnya.

Kegiatan PkM ini dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026, mencakup tahapan sosialisasi, pelatihan, simulasi lapangan, pendampingan, hingga evaluasi akhir. Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdi akan membagikan leaflet panduan produksi serta memasang poster edukasi keselamatan kerja di titik-titik strategis desa, dan membentuk grup komunikasi daring untuk pendampingan jarak jauh.
Program ini turut mendukung sejumlah target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya peningkatan pendapatan rumah tangga, produksi yang bertanggung jawab, serta jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di luar kampus, sekaligus mewujudkan pemanfaatan hasil kerja dosen bagi masyarakat.

Melalui program ini, tim pengabdi Unsulbar berharap Desa Tandassura dapat bertransformasi menjadi desa yang mandiri secara ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus memiliki budaya kerja yang lebih aman dan sehat bagi seluruh warganya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *