SULBARONLINE.COM, Polman — Dentum ombak Selat Mandar bakal segera disambut riuh kepakan layar putih 80 perahu Sandeq. Perhelatan budaya sekaligus ajang adu cepat perahu tradisional khas Suku Mandar, Sandeq Silumba 2026, dipastikan siap digelar setelah rapat pemantapan panitia di Sulawesi Barat rampung pada Sabtu, 19 September 2026.
Festival bahari yang menjadi warisan leluhur masyarakat Sulawesi Barat ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Jumat, 25 September hingga Sabtu, 26 September 2026. Rute pelayaran akan membentang menantang arus laut dari titik awal di Kabupaten Majene hingga garis finis di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, panitia memastikan hak-hak para Passandeq sebutan untuk para pelaut dan awak perahu Sandeq telah dipenuhi sepenuhnya sebelum armada dilepas ke laut lepas. Uang saku hingga seragam resmi peserta sudah didistribusikan secara merata.
“Hari ini kami menggelar rapat terakhir bersama para Passandeq. Alhamdulillah, seluruh fasilitas dan hak-hak peserta sudah kami bagikan,” kata Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba 2026, Syamsul Samad.
Syamsul mengonfirmasi bahwa Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dijadwalkan hadir langsung untuk membuka secara resmi rangkaian acara pada Jumat esok.
Teknis pelepasan armada perahu cadik tradisional ini dipastikan bakal menyedot perhatian warga dan wisatawan. Demi menjaga keselamatan pelayaran serta menghadirkan tontonan yang dramatis, pelepasan 80 perahu Sandeq akan dibagi menjadi dua gelombang.
Gelombang pertama yang melibatkan 40 perahu Sandeq rencananya dilepas serentak pada Sabtu pagi, sekitar pukul 09.00 WITA, disusul oleh gelombang berikutnya.
Lonjakan peserta tahun ini terbilang signifikan. Kepala Bidang Industri, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata Dispoparekraf Sulbar, Abdi Yansya Hijrah, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran daerah tak menyurutkan semangat para pelaut lokal untuk melestarikan warisan budaya bahari tersebut.
“Tahun lalu hanya ada 50 perahu yang berlayar. Tahun ini antusiasme Passandeq luar biasa tinggi hingga melonjak menjadi 80 perahu, meski kita berhadapan dengan keterbatasan dana fiskal,” ujar Abdi Yansya.
Ia mengapresiasi kolaborasi erat antara Komunitas Sahabat Sandeq, Dinas Pariwisata Kabupaten Majene, Dinas Pariwisata Polman, hingga dukungan Kementerian Pariwisata RI yang bahu-membahu menyukseskan gelaran tahunan ini.
Daya tarik Sandeq Silumba tak sekadar menyajikan adu kecepatan di atas angin laut, tetapi juga menyimbolkan ketangguhan, keahlian navigasi alam, dan ketahanan mental para pelaut Mandar yang telah diwariskan turun-temurun.
(*/an)








