SULBARONLINE.COM, Mamuju – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) untuk hari Minggu, 7 Juni 2026. Berdasarkan pantauan data terbaru, seluruh wilayah kabupaten di Sulbar diprediksi akan kompak diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sepanjang hari.
Bagi masyarakat yang hendak beraktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan di akhir pekan, BMKG mengimbau untuk tetap membawa pelindung hujan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di jalur-jalur rawan longsor.
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca, suhu udara, serta tingkat kelembapan di 6 kabupaten Sulawesi Barat untuk Minggu, 7 Juni 2026.
Wilayah Berpotensi Hujan Sedang (Waspada Longsor dan Genangan)
Dua wilayah tercatat perlu mendapat perhatian lebih karena diprediksi akan menerima curah hujan dengan intensitas sedang, yang berpotensi memicu genangan air atau penurunan jarak pandang:
Mamasa diprediksi mengalami hujan sedang dengan suhu udara berkisar antara 16–22 Celsius. Udara di wilayah pegunungan ini akan terasa sangat dingin dengan tingkat kelembapan udara mencapai 78–99 persen.
Majene pesisir ini juga diprediksi akan diguyur hujan sedang dengan suhu udara 21–28 Celsius serta kelembapan berada di angka 66–96 persen.
Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Sementara itu, empat kabupaten lainnya diprediksi akan didominasi oleh hujan ringan dari pagi hingga malam hari, yaitu:
Cuaca Pasangkayu diprediksi hujan ringan, dengan suhu udara 23–30 Celsius dan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni 74–99 persen.
Ibu kota provinsi, Mamuju diprediksi hujan ringan dengan rentang suhu 22–29 Celsius dan kelembapan udara 70–98 persen.
Polewali Mandar (Polman) Diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu udara mencapai 23–29 Celsius dan kelembapan udara berkisar antara 65–93 persen.
Mamuju Tengah (Mateng) Mengalami hujan ringan dengan suhu udara 22–28 Celsisus serta tingkat kelembapan udara berada di angka 66–99 persen.
Rekomendasi Keselamatan Akhir Pekan
Tingginya angka kelembapan yang menyentuh hingga 99 persen di beberapa wilayah seperti Pasangkayu, Mamasa, dan Mateng mengindikasikan bahwa kondisi atmosfer sangat jenuh akan uap air, yang memicu potensi hujan berdurasi panjang.
Masyarakat di kawasan lereng perbukitan Mamasa diimbau mengantisipasi potensi pergerakan tanah atau kerikil jatuh akibat struktur tanah yang melunak oleh air hujan. Pengendara yang melintasi jalur trans-Sulawesi di sepanjang pesisir Majene dan Mamuju juga diharapkan berhati-hati terhadap jalanan yang licin.
(rh/rh)












