SULBARONLINE.COM, Mamuju – Maskapai penerbangan Batik Air memutuskan untuk menghentikan sementara operasional rute dari dan menuju Sulawesi Barat (Sulbar). Langkah ini diambil menyusul terus merosotnya jumlah keterisian penumpang (load factor), yang belakangan kerap memicu pembatalan penerbangan secara mendadak.
Sebagai gantinya, maskapai Wings Air siap mengambil alih dan memastikan layanan penerbangan harian untuk rute Makassar–Mamuju (PP) mulai Selasa, 9 Juni 2026.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) Sulbar, Maddareski Salatin, membenarkan pergantian dominasi maskapai di Bandara Tampa Padang, Mamuju tersebut.
“Yang pasti mulai besok (Wings Air) terbang setiap hari. Dari Makassar pukul 08.25 WITA dan dari Mamuju pukul 09.40 WITA menuju Makassar,” ujar Maddareski kepada media, Senin, 8 Juni 2026.
Kronologi Ambruknya Keterisian Penumpang Batik Air
Batik Air tercatat telah melayani langit Sulawesi Barat selama hampir tiga tahun. Pada masa kejayaannya, anak perusahaan Lion Air Group ini sempat mengudara setiap hari. Namun, tren penurunan jumlah penumpang yang terjadi secara konsisten memaksa manajemen memangkas jadwal menjadi tiga kali sepekan.
Kondisi tak kunjung membaik. Minimnya animo masyarakat kerap membuat penerbangan dibatalkan sepihak. Masalah ini sempat memicu keluhan dari calon penumpang yang mendapati tiket mereka dibatalkan sistem meski sudah dipesan jauh-jauh hari melalui aplikasi daring.
Rute Mamuju–Balikpapan Dipastikan Aman
Meski rute Makassar mengalami perombakan maskapai, Maddareski memastikan konektivitas udara menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) via Balikpapan tidak terganggu. Penerbangan rute Mamuju–Balikpapan tetap beroperasi normal menggunakan armada Wings Air.
“Kalau Balikpapan tetap berjalan. Rutenya tiga kali dalam satu minggu,” jelas Maddareski.
Strategi Baru Pemprov Sulbar: Lepas Subsidi Kursi
Menariknya, transisi harian ke maskapai Wings Air kali ini dilakukan tanpa ada sokongan dana dari pemerintah daerah. Maddareski mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kini resmi menghentikan kebijakan subsidi kursi (seat) yang sebelumnya sempat dikucurkan untuk Batik Air.
Sebelumnya, skema subsidi tersebut sengaja diberikan sebagai stimulus untuk menjamin keterisian penumpang sekaligus mempertahankan denyut nadi penerbangan di Bandara Tampa Padang. Dengan kebijakan baru ini, Wings Air ditantang untuk menguji pasar domestik Sulbar secara mandiri secara komersial.
(*/ms)









