SULBARONLINE.COM, Mamuju — Layanan pengajuan merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di BRI Mamuju terkesan lamban.
Kondisi ini dikeluhkan salah seorang owner atau pelaku UMKM di Mamuju, Nurfadilah, setelah berbulan-bulan mengajukan QRIS, tapi nihil hasil.
“Sejak tahun lalu saya ajukan untuk merchant QRIS di BRI Cabang Mamuju. Pihak BRI sampaikan ke saya, nanti dikirimkan barcode kalau selesai. Tapi sampai akhir tahun 2025 tidak pernah jadi QRIS nya,” ungkap Nurfadilah, Senin (15/6/26).
“Nah, pada bulan Juni 2026 ini saya urus lagi kembali. Pihak BRI bilang kalau sudah selesai barcodenya akan dikirim. Dan sampai hari ini belum ada informasi dari pihak BRI,” sambungnya dengan nada kesal.
Karena itu, Nurfadilah mengaku, pihak BRI Mamuju yang mengurusi layanan merchant QRIS sangat lamban dan tidak profesional.
Mestinya, lanjut dia, pihak BRI menyampaikan ke nasabah jika terdapat kendala seperti dokumen dan kelengkapan lainnya.
“Mestinya ada informasi yang jelas. Sampaikan apa kendalanya, kok bisa lama begini. Selama ini promosinya selalu seolah-olah profesional, cepat dan sebagainya. Padahal layanannya buruk sekali,” ujarnya.
Salah seorang aktivis yang juga Wakil Ketua LSM Jari Manis Sulbar, Fery Gunawan, merespon keluhan salah seorang pelaku UMKM di Mamuju terkait penerbitan merchant QRIS di BRI Mamuju yang terkesan lamban.
“Saya ikut menyayangkan layanan yang buruk seperti ini di BRI Mamuju. Harusnya prosesnya cepat, masa menunggu hingga berminggu-minggu. Padahal harusnya 1 hari hingga satu minggu saja sudah selesai. Kasihan pelaku UMKM,” tegas Fery.
Ia juga menegaskan agar pimpinan Cabang BRI Mamuju dapat memastikan setiap layanan kepada nasabah berjalan profesional, tepat dan cepat.
“Saya beraharap ini tidak terulang lagi. Nasabah itu harus dilayani dengan baik. Jangan biarkan nasabah menunggu lama kalau prosesnya bisa cepat. Ini sama halnya tidak mendukung pembangunan di Mamuju,” pungkas mantan aktivis PMII Mamuju ini.
Hingga berita ini dikeluarkan belum ada hasil konfirmasi dengan pihak BRI Mamuju. Pihak redaksi masih terus berupaya mencari kontak pimpinan dan bagian yang menangani penerbitan merchant QRIS.
(red/hsn)












