SULBARONLINE.COM, Mamuju – Organisasi sayap Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR), kembali menegaskan komitmennya untuk menempatkan pemuda sebagai kekuatan inti pembangunan bangsa, bukan sekadar pelengkap.
Pesan tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pendidikan dan Kaderisasi TUNAS 1–2 PC TIDAR Kabupaten Mamuju yang digelar di Aula Kantor DPC Partai Gerindra Sulawesi Barat, Mamuju, Kamis 5 November 2026.
Dewan Pembina PD TIDAR sekaligus Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulawesi Barat, Sukriadi Amil, menyampaikan bahwa forum kaderisasi ini merupakan ajang pemantapan sumber daya kader muda untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
“Kaum muda adalah kekuatan inti pembangunan negara-bangsa. Bro dan Sis sekalian wajib manunggal bersama rakyat, mengawal kebijakan Presiden agar tidak disalahgunakan oleh oknum, serta mari kita lawan hoaks,” tegas Sukriadi di hadapan puluhan peserta kaderisasi.
Sukriadi mengingatkan para kader tunas muda untuk aktif mengawal seluruh kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini bertujuan agar program yang diluncurkan pemerintah pusat benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Selain itu, ia juga mendorong kader TIDAR agar mampu mengedukasi publik dengan menyampaikan informasi program pemerintah secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah maraknya berita bohong (hoaks) di media sosial.
Sementara itu, Ketua PC TIDAR Mamuju, Hendri Hakim, menyampaikan bahwa TIDAR mengemban tanggung jawab strategis dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan bangsa.
Mengutip arahan Ketua Umum PP TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Hendri mengimbau para kader untuk memposisikan diri sebagai “mata, telinga, dan mulut” Presiden di daerah.
“Kader diharapkan aktif mengawal program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan,” ujar Hendri.
Mengusung tema “Dari Pesisir ke Puncak, Pemuda Manakarra Bergerak Serentak”, kegiatan kaderisasi ini diikuti oleh 38 peserta dari 10 kecamatan di Kabupaten Mamuju.
Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat baru untuk terus bergerak dan berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
(ad/ad)






