Pemprov Sulbar Sulap Demam Piala Dunia 2026 Jadi Ladang Cuan UMKM

SULBARONLINE.COM, Mamuju — Demam Piala Dunia FIFA 2026 mulai menjalar kuat hingga ke pelosok Sulawesi Barat (Sulbar). Alih-alih sekadar menjadi panggung hiburan dan euforia pencinta si kulit bundar, Pemerintah Provinsi Sulbar justru menangkap momentum emas ini sebagai stimulus segar untuk menggenjot roda ekonomi domestik yang sedang membutuhkan akselerasi.

Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS), Pemprov Sulbar menyatakan kesiapannya mengawal jalannya turnamen sepak bola terakbar sejagat tersebut. Hal ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang ingin perputaran uang selama kompetisi berlangsung bisa menetes hingga ke kantong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Sesuai dengan harapan Bapak Gubernur, momentum Piala Dunia ini harus bisa disaksikan seluruh masyarakat. Yang paling penting bagi kami adalah kontribusinya dalam menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, kepada media, Minggu 7 Juni 2026.

Nobar Resmi: Tertib Regulasi, Suburkan Ekonomi Kreatif

Satu krusial yang menjadi perhatian serius Pemprov Sulbar adalah masalah hak cipta penyiaran. Belajar dari gelaran-gelaran sebelumnya di mana isu nobar (nonton bareng) kerap terbentur masalah hukum, kali ini Pemprov mengambil langkah proaktif.

Ridwan menegaskan perlunya kerja sama yang solid dengan pemegang hak siar resmi untuk membuka ruang publik secara legal. Pemerintah mendorong bertumbuhnya titik-titik nobar resmi, baik yang diinisiasi oleh instansi pemerintah maupun sektor swasta, asalkan berjalan tertib dan mematuhi regulasi penyiaran.

Kehadiran titik nobar resmi diproyeksikan menjadi pusat keramaian baru. Sektor ekonomi kreatif dan pedagang kuliner kecil (UMKM) dipastikan mendapat limpahan omset dari berkumpulnya massa pendukung tim sepak bola.

“Kami berharap semakin banyak titik nobar resmi, semakin bagus untuk UMKM yang berjualan di sekitarnya. Yang penting semua berjalan sesuai ketentuan,” cetus Ridwan.

Mengganjal di Gunung: Tantangan Terjal 80 Desa “Blank Spot

Namun, ambisi menyebarkan demam Piala Dunia secara merata di Sulbar bukan tanpa ganjalan berat. Infrastruktur digital masih menjadi rapor merah yang coba dibenahi secara maraton.

Keterbatasan anggaran dan kondisi geografis yang ekstrem diakui menjadi batu sandungan utama. Menghadapi situasi ini, Dinas KominfoSS Sulbar tidak tinggal diam. Mereka tengah menggalang intervensi penanganan bersama pemerintah kabupaten setempat dan menggandeng TVRI Sulbar sebagai salah satu pilar penyiaran publik.

Sembari membenahi sisa area blank spot, Pemprov Sulbar kini gencar melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai berbagai alternatif cara mengakses tayangan digital secara legal kepada masyarakat.

Melalui kombinasi regulasi yang tertib, pemanfaatan infrastruktur digital alternatif, dan pelibatan langsung sektor UMKM, Pemprov Sulbar optimistis bahwa ajang Piala Dunia FIFA 2026 kali ini tidak sekadar menyajikan drama di lapangan hijau, melainkan juga membawa berkah berlapis bagi ketahanan ekonomi warga.

(*/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *