Jangan Terjebak Cuaca, Ini Wilayah di Sulbar yang Diprediksi Berawan Tebal dan Hujan Ringan

SULBARONLINE.COM,  Mamuju – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang berlaku pada hari Sabtu, 30 Mei 2026. Berdasarkan data pemantauan atmosfer terakhir, kondisi cuaca di provinsi ini diprediksi akan bervariasi secara fluktuatif, mulai dari langit berawan tebal hingga potensi guyuran hujan berintensitas ringan yang menyebar di sejumlah kabupaten strategis sepanjang akhir pekan.

Pihak BMKG meminta masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan pesisir pantai barat dan wilayah perbukitan tinggi, untuk mengantisipasi perubahan kelembapan udara yang melonjak cukup signifikan. Berdasarkan rilis resmi tersebut, tingkat kelembapan udara di sebagian besar wilayah Sulbar diperkirakan berada pada rentang batas atas yang sangat basah, yakni mencapai 97 hingga 99 persen, memicu potensi pembentukan awan konvektif lokal.

Pusat pemerintahan provinsi, yakni Kabupaten Mamuju, diproyeksikan menjadi salah satu wilayah yang akan diguyur hujan ringan dengan suhu udara berkisar antara 21 hingga 29 derajat Celsius. Karakteristik cuaca serupa juga membayangi wilayah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), di mana tingkat kelembapan udara diprediksi menyentuh angka maksimal 99 persen dengan suhu minimum 22 derajat Celsius, memaksa para pelancong akhir pekan untuk lebih waspada terhadap jalanan licin.

Sebaliknya, bagi Anda yang berada di wilayah Kabupaten Pasangkayu, langit diprediksi akan cenderung bersahabat meski tetap diselimuti oleh gumpalan awan tebal di sepanjang hari. Dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 23 hingga 29 derajat Celsius serta kelembapan maksimal 97 persen, wilayah paling utara Sulawesi Barat ini dinilai masih cukup aman untuk aktivitas luar ruangan skala medium.

Bergeser ke wilayah dataran tinggi pariwisata, Kabupaten Mamasa diprakirakan akan mengalami kondisi cuaca berawan dengan hawa yang relatif dingin sepanjang akhir pekan ini. Wilayah pegunungan ini mencatatkan suhu paling rendah di antara kabupaten lainnya, yakni menusuk hingga 15 derajat Celsius pada titik minimumnya, menjadikannya kawasan dengan atmosfer paling sejuk di tengah kepungan kelembapan udara yang tinggi.

Sementara itu, kawasan pesisir selatan seperti Polewali Mandar dan Majene juga dipastikan akan didominasi oleh cuaca berawan tanpa adanya indikasi curah hujan ekstrem dalam waktu dekat. Di Polewali Mandar, suhu akan bertengger di angka 23 hingga 29 derajat Celsius, sementara Majene sedikit lebih sejuk dengan rentang temperatur udara berada di angka 22 hingga 28 derajat Celsius.

Secara umum, BMKG mengingatkan bahwa meskipun mayoritas daerah di Sulawesi Barat didominasi oleh status berawan, tingginya angka persentase kelembapan udara konstan di atas 90 persen menandakan pasokan uap air di udara sangat melimpah. Dinamika atmosfer lokal ini sewaktu-waktu dapat memicu perubahan cuaca mendadak dari berawan menjadi hujan lokal berdurasi singkat namun intens.

Melalui rilis berkala ini, para pengguna moda transportasi darat yang hendak melintasi jalur Trans-Sulawesi diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca secara berkala demi menghindari blind spot akibat kabut tipis atau genangan air. Protokol keselamatan mandiri seperti penyediaan payung dan jas hujan tetap direkomendasikan menjadi barang bawaan wajib selama menjalani libur akhir pekan ini.

(ad/ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *